ADVERTISEMENT

Cek! Ini Aturan Beli Pertalite Selama Uji Coba Pembatasan Berlaku

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 19 Sep 2022 23:14 WIB
Seorang petugas menunjukkan harga BBM jenis Pertalite yang sudah naik menjadi Rp10 ribu per liter di SPBU Maya jalur Pantura, Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (3/9/2022). Pemerintah menetapkan harga Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10 ribu per liter, Solar subsidi dari Rp5.150 per liter jadi Rp6.800 per liter, Pertamax nonsubsidi naik dari Rp12.500 jadi Rp14.500 per liter berlaku pada Sabtu 3 September 2022 mulai pukul 14.30 WIB. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/wsj.
Foto: Ni Made Lastri Karsiani Putri/detikBali
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) sedang uji coba pembatasan pembelian BBM Pertalite untuk mobil. Maksimal pembelian Pertalite 120 liter/hari.

Aturan apa yang dipakai untuk menjalankan uji coba ini? Pasalnya untuk pembatasan penggunaan BBM bersubsidi berdasarkan jenis kendaraan, Pertamina masih menunggu revisi Perpres Nomor 191 Tahun 2014.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menjelaskan beberapa hal terkait aturan dalam pelaksanaan uji coba itu:

(1) Kami sedang melakukan upaya uji coba pengendalian pembelian BBM jenis Pertalite di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) agar subsidi BBM bisa lebih tepat sasaran. Jumlah pembelian maksimal pertalite 120 liter per hari.

"Itu masih angka sementara sebagai default di sistem, akan kita sesuaikan nanti dengan ketentuan dan kuota BBM Subsidi yang tersisa. Sementara untuk solar sudah ada ketentuan dari BPH Migas batas maksimal volume pengisian," ujar Irto kepada detikcom, Senin (19/9/2022).

(2) Kami sedang melakukan uji coba sistem dan infrastruktur. Pengendalian volume BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar untuk kendaraan roda empat ke atas. Uji coba pengendalian pembelian Pertalite bersifat sementara untuk uji coba sistem subsidi tepat.

(3) Pertamina sudah melakukan uji coba pengendalian volume pembelian sejak awal September 2022. Setiap kendaraan yang mengisi Pertalite maupun Solar di SPBU Pertamina akan dicatat nomor polisinya.

Irto menjelaskan pencatatan hanya berlaku pada kendaraan yang belum mendaftar subsidi Tepat MyPertamina. Kendaraan yang sudah terdaftar di subsidi tepat MyPertamina, hanya perlu menunjukkan QR Code saat bertransaksi.

"Kendaraan yang sudah mencapai batas volume pembelian BBM per hari, secara otomatis sistem tidak akan dapat mengisi kembali," terang Irto.

"Secara sistem pompa akan lock, sehingga pompa tidak bisa mengisi lagi di atas itu," sambungnya.

(kil/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT