ADVERTISEMENT

Produksi Kompor Listrik Digeber, Hartono Bersaudara Bisa Makin Kaya!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 21 Sep 2022 17:35 WIB
Bambang Hartono, bos Grup Djarum, menjadi nasabah BRI karena dapat bonus pemerintah setelah meraih medali di Asian Games 2018. Dia salah satu pemilik BCA.
Orang Terkaya di Indonesia, Bambang Hartono/Foto: Dok Detikcom
Jakarta -

Para produsen kompor listrik bakal makin cuan! Hal ini seiring dengan rencana pemakaian kompor induksi secara masif untuk menggantikan kompos gas LPG. Salah satu produsen kompor listrik yang terkenal di dalam negeri ialah PT Hartono Istana Teknologi atau yang akrab dengan sebutan Polytron.

Polytron adalah perusahaan milik orang terkaya di Indonesia, yakni Hartono bersaudara. Robert Budi Hartono dan Michael Hartono hingga kini masih menjadi orang terkaya nomor 1 di Indonesia.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier mengatakan industri saat ini tinggal menunggu kepastian spesifikasi yang akan ditentukan. Lalu mulai 2023 dan seterusnya, industri dalam negeri dapat memproduksi sekitar 5 juta perangkat kompor induksi.

"Begitu ada kepastian spesifikasi jenis daripada kompor induksinya, itu beberapa perusahaan yang existing memproduksi kompor listrik akan menambah land investasinya khusus di kompor induksi," ujar Taufiek dalam rapat dengan Komisi VII DPR, Rabu (21/9/2022).

Dalam paparan Taufik, sudah ada 5 perusahaan yang menyatakan minat untuk memproduksi kompor induksi dengan kapasitas 300 ribu hingga 1,2 juta per tahun.

Rinciannya, di 2023 nanti PT Adyawinsa Electrical and Power akan memproduksi 1,2 juta perangkat, PT Maspion Elektronik akan memproduksi 300 ribu perangkat, dan PT Hartono Istana Teknologi akan memproduksi 1 juta perangkat.

Selanjutnya, ada PT Selaras Citra Nusantara Persada akan memproduksi 300 ribu perangkat, serta PT Sutrado memproduksi 1 juta perangkat.

Sementara itu masih ada sekitar 6 perusahaan lain yang berminat memproduksi kompor induksi, namun belum menyatakan kemampuan kapasitas. Rinciannya adalah PT Rinnai Indonesia, PT Star Cosmos, PT Sanken Argadwija, PT Kencana Gemilang, PT Teka P&T International, dan PT winn Appliance.

(hal/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT