ADVERTISEMENT

Top! Pertamina Alirkan Gas Perdana Lapangan Jambaran Tiung Biru

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 22 Sep 2022 17:36 WIB
Pertamina Alirkan Gas Perdana Lapangan Jambaran Tiung Biru
Top! Pertamina Alirkan Gas Perdana Lapangan Jambaran Tiung Biru/Foto: Dok. Pertamina
Jakarta -

Anak usaha PT Pertamina Hulu Energi, PT Pertamina EP Cepu melakukan pengaliran gas perdana atau gas on stream (GoS) pada pengembangan Lapangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang berada di Bojonegoro, Jawa Timur. Ini menjadi babak baru pengembangan gas di Lapangan Jambaran-Tiung Biru menuju proses produksi.

GoS merupakan tahap pengaliran gas dari Gas Processing Facility (GPF) menuju metering area untuk disalurkan ke pipa distribusi yang selanjutnya diterima oleh para pembeli dari gas tersebut. Pada Agustus lalu, Pertamina EP Cepu bersama mitra pelaksana telah berhasil melakukan gas in atau proses mengalirkan gas dari sumur ke GPF sebagai bagian tahap penting bagi proyek ini.

Direktur Utama Pertamina EP Cepu Awang Lazuardi mengatakan proses penyaluran gas ini telah melalui tahapan krusial penuh tantangan, sebagai hasil kerja keras dari seluruh pihak yang terlibat di proyek gas tersebut.

"Alhamdulillah, berbagai tantangan dapat kita lalui bersama dan akhirnya gas JTB sudah dapat dialirkan ke metering untuk didistribusikan kepada para buyers. Dengan demikian, gas JTB telah secara resmi memberikan kontribusi nyata terhadap pemenuhan energi nasional," ungkap Awang dalam keterangannya, Kamis (22/9/2022).

Proyek Pengembangan Lapangan Unitisasi Gas JTB merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) sektor energi di bawah Pertamina yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Perpres Nomor 109 tahun 2020 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Jambaran-Tiung Biru diproyeksikan menjadi salah satu calon penghasil gas terbesar di Indonesia dengan produksi penjualan gasnya yang mencapai 192 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD). Dari jumlah tersebut, 100 MMSCFD telah dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan gas pembangkit listrik PT PLN.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan kehadiran Proyek Gas JTB tidak hanya memberikan kontribusi pada peningkatan produksi migas nasional, namun menciptakan pula multiplier effect.

Proyek Gas JTB telah turut menggerakkan industri penunjang nasional maupun pengusaha lokal serta perekonomian masyarakat di sekitar proyek, sehingga keberadaan proyek JTB sangat dirasakan bagi upaya peningkatan kapasitas nasional dukungan berkembangnya ekonomi di sekitar proyek.

"Aspek positif lain dari keberhasilan proyek ini adalah terpenuhinya kebutuhan energi kawasan dan ketersediaan bahan baku industri untuk mendukung pertumbuhan ekonomi," ujar Dwi.

Lebih lanjut, dia menilai Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru akan memberikan ketersediaan gas di Pulau Jawa yang besar, sehingga dapat mendorong peningkatan perekonomian baik secara regional maupun nasional.

Seiring dengan pembangunan pipa gas Semarang-Cirebon maka jalur distribusi gas akan terintegrasi, sehingga pasokan gas dari JTB nantinya tidak hanya dimanfaatkan oleh sektor industri di Jawa Timur dan Jawa Tengah melalui jalur transportasi gas pipa Gresik-Semarang yang sudah siap, namun berperan pula bagi pemenuhan kebutuhan gas hingga Jawa Barat.

Dwi menegaskan keberhasilan proyek gas JTB akan menjadi batu loncatan penting untuk mendukung upaya mewujudkan target peningkatan produksi migas nasional di tahun 2030 yaitu produksi minyak 1 juta barel dan gas 12 BSCFD.

(hal/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT