ADVERTISEMENT

ESDM Jamin 83 Ribu Rumah Tangga Miskin Teraliri Listrik di 2023

Ilyas Fadilah - detikFinance
Kamis, 22 Sep 2022 21:45 WIB
Ilustrasi meteran listrik atau token listrik
Foto: Getty Images/iStockphoto/Rattankun Thongbun
Jakarta -

Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Komisi VII DPR RI sepakat meningkatkan jumlah bantuan sambungan listrik baru untuk masyarakat kurang mampu. Jumlahnya naik 3.000 dari sebelumnya 80.000 rumah, menjadi 83.000 di tahun 2023.

"Pagu kegiatan infrastruktur tahun anggaran tahun 2023 menjadi sebesar Rp 1,67 triliun dari sebelumnya hasil Raker sebesar Rp 1,86 triliun. Biaya infrastruktur tersebut akan digunakan untuk pembagian konverter kit untuk nelayan dan petani, bantuan pasang baru listrik (BPBL), pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) Surya /PLT Mikro Hidro, Penerangan Jalan Umum-Tenaga Surya (PJU-TS), Alat Penyalur Daya Listrik (APDAL) dan pembagian modern clean energy cooking services," ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/9/2022).

Ha ini disampaikan Arifin dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI terkait Penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-K/L) Tahun Anggaran 2023 sesuai Hasil Pembahasan Banggar pada Kamis (11/9/2022).

Menurut Arifin, penambahan sambungan listrik baru untuk masyarakat miskin memakan anggaran Rp 201,65 miliar. "Bantuan pasang baru listrik untuk masyarakat kurang mampu sebanyak 83.000 SR dengan total anggaran Rp 201.65 miliar,"lanjut Arifin.

Rapat Kerja yang dipimpin Bambang Haryadi itu juga menyepakati anggaran pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpadu/Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di daerah 3T sebanyak 12 unit dengan anggaran sebesar Rp 94,44 miliar dan meningkatkan pembangunan PJU-TS menjadi 31.072 unit dengan pagu anggaran Rp 500,45 milyar.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT