ADVERTISEMENT

Tarif Listrik Mencekik! Ini Fakta-fakta Krisis di Inggris

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 23 Sep 2022 22:59 WIB
A general view of a street on the day of the state funeral and burial of Britains Queen Elizabeth, in London, Britain, September 19, 2022.  REUTERS/Carlos Barria
Foto: REUTERS/Carlos Barria: Inggris sedang dilanda krisis biaya hidup
Jakarta -

Krisis biaya hidup yang menimpa Inggris semakin parah. Mirisnya, banyak orang rela kurangi makan demi bisa membayar tagihan listrik yang melonjak tinggi.

Laporan Money Advice Trust mengungkapkan 20% orang dewasa Inggris atau 10,9 juta orang menunggak tagihan listrik. Jumlah ini naik 3 juta atau sekitar 45% sejak Maret 2022.

Tidak hanya sampai di situ, terdapat 5,6 juta warga telah rela tidak makan dalam tiga bulan terakhir sebagai akibat dari krisis biaya hidup. Jajak pendapat dilakukan ke 2.000 orang dewasa Inggris di Agustus.

"Ini termasuk melewatkan makan sekali sehari atau tidak makan sama sekali pada beberapa hari," tulis laporan tersebut dikutip dari The Guardian, Jumat (23/9/2022).

Berikut 3 fakta krisis di Inggris:

1. Tarif Listrik Naik Lagi

Regulator energi Inggris mengumumkan akan menaikkan 80% batas utama tagihan listrik ke konsumen pada Oktober 2022. Tagihan listrik akan naik dari sebelumnya 1.971 poundsterling atau Rp 33,24 juta (kurs Rp 16.864) per tahun, rata-rata akan menjadi 3.549 poundsterling atau Rp 59,85 juta per tahun.

Aturan ini mencakup 24 juta rumah tangga. Sebanyak 4,5 juta rumah tangga prabayar juga menghadapi rencana kenaikan dari 2.017 poundsterling menjadi 3.608 poundsterling.

Dilansir CNBC, batasan tersebut tidak berlaku di Irlandia Utara di mana pemasok dapat menaikkan harga kapan saja setelah mendapatkan persetujuan dari regulator yang berbeda.

2. Pekerja Transportasi Mogok

Sektor transportasi di Inggris juga terancam 'mati suri'. Bagaimana tidak, lebih dari 2.000 pengemudi bus di London beserta 600 stafnya di Kent berencana melakukan aksi mogok pekan depan.

Dilansir Reuters, Serikat pekerja Unite mengatakan pemogokan oleh pengemudi bus London akan terus berlanjut sampai persoalan tuntutan gaji diselesaikan.

Memburuknya krisis biaya hidup di Inggris telah mendorong para pekerja di industri kereta api, maskapai penerbangan, pengacara, bahkan staf serikat pekerja melakukan aksi mogok.

Rencana para pengemudi bus ini muncul setelah sebelumnya para pekerja kereta api dari beberapa operator di seluruh negeri mengungkapkan rencana mogoknya pada awal Oktober mendatang. Momen itu bertepatan dengan konferensi tahunan Partai Konservatif di Birmingham.

3. Terpaksa Jadi PSK

Tak kalah miris, kenaikan biaya hidup juga membuat banyak perempuan yang terjun ke bisnis prostitusi. Mengutip data English Collective of Prostitution, jumlah perempuan yang menjadi pekerja seks komersial (PSK) meningkat 1/3 dari angka biasanya karena biaya hidup yang tinggi.

Kondisi ini juga berpengaruh pada angka tunawisma di Inggris. Pada kuartal pertama tahun ini saja, jumlah rumah tangga di Inggris yang termasuk tunawisma atau menjadi terancam tunawisma naik 5,4% dibandingkan tahun lalu, menjadi 74.230 rumah tangga.

(aid/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT