Bayar Listrik hingga BBM, Subsidi Energi Sudah Tersedot Hampir Rp 140 T

ADVERTISEMENT

Bayar Listrik hingga BBM, Subsidi Energi Sudah Tersedot Hampir Rp 140 T

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 26 Sep 2022 17:53 WIB
Menkue Sri Mulyani mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Selasa (31/5). Sri Mulyani jelaskan percepatan pembangunan infrastrukur dalam APBN 2023.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan realisasi penyaluran subsidi pemerintah hingga Agustus 2022 mencapai Rp 139,8 triliun. Jumlah itu naik 16,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 119,7 triliun.

Sri Mulyani mengatakan lonjakan subsidi ini dipicu oleh peningkatan volume penyaluran barang bersubsidi dan kenaikan harga minyak mentah Indonesia (ICP). Pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi dan kompensasi energi Rp 502,4 triliun di tahun ini.

"Subsidi tahun ini sudah kita bayarkan Rp 139,8 triliun, naik dari tahun lalu Rp 119,7 triliun, jadi naik 16,8%. Subsidi ini kalau dilihat dari komponennya juga volumenya mengalami kenaikan," ungkapnya dalam konferensi pers APBN KiTa secara virtual, Senin (26/09/2022).

Sri Mulyani menjabarkan kenaikan penyaluran barang bersubsidi berasal dari volume Bahan Bakar Minyak (BBM) yakni Solar dan minyak tanah naik menjadi 10,2 juta kilo liter (kl) dari 8,8 juta kl pada periode yang sama tahun lalu.

Lalu volume LPG 3 kg naik menjadi 4,5 juta metrik ton dari 4,3 juta metrik ton. Kemudian, listrik bersubsidi disalurkan ke 38,6 juta pelanggan dari sebelumnya 37,7 juta pelanggan.

Selain itu, ada pula pupuk yang naik menjadi 5,1 juta ton dari 4,9 juta ton. Kemudian subsidi perumahan naik menjadi 105,1 ribu unit dari 88,7 ribu unit. Serta penyaluran KUR Rp 236,8 triliun dari tahun lalu hanya Rp 176,3 triliun.

"Ini adalah belanja-belanja subsidi yang semuanya rakyat yang menikmati," ucapnya.

Untuk pembayaran kompensasi BBM dan listrik, Sri Mulyani menyebut telah dibayarkan sebesar Rp 104,8 triliun hingga semester I-2022. Pemerintah sendiri menganggarkan kompensasi sebesar Rp 293,5 triliun.

"Ini untuk membayar kompensasi listrik dan BBM Tahun 2021 maupun semester I-2022. Kita telah melihat dan menghitung untuk kompensasi tahun ini semester II akan jauh lebih besar dari Rp 104,8 triliun," tuturnya.

Sri Mulyani memperkirakan pembayaran subsidi dan kompensasi akan melonjak tinggi pada kuartal III dan IV tahun ini. Pembayaran akan berasal dari penerimaan negara yang melonjak akibat kenaikan harga komoditas.

"Akan menggunakan seluruh penerimaan negara kita yang sangat baik. Ini adalah komitmen pemerintah menggunakan APBN untuk terus melindungi masyarakat perekonomian dan APBN agar semua terjaga secara seimbang," tandasnya.

(aid/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT