Wamen BUMN-Deputi BKPM Bicara Percepatan Transisi Energi RI di Forum Global

ADVERTISEMENT

Wamen BUMN-Deputi BKPM Bicara Percepatan Transisi Energi RI di Forum Global

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 27 Sep 2022 19:15 WIB
Total pembangkit listrik tenaga angin yang ada di seluruh dunia telah mencapai 52 gigawatt (GW). Negara mana saja yang punya kincir angin raksasa tersebut?
Foto: Istimewa/CNBC.
Nusa Dua -

Transisi energi menjadi isu yang tengah gencar dibahas oleh Indonesia dan dunia. Indonesia sendiri sudah memiliki rencana atau peta jalan dalam menggejot transisi energi dan emisi nol karbon hingga 2060.

Dalam agenda Global Future Fellows (GFF) oleh Pijar Foundation menjadi wadah dan mendorong sinergi antara sektor publik, privat, dan komunitas dalam proses transisi energi di Indonesia. Dalam pembukaan GFF di Nusa Dua, Bali, hadir pula pejabat negara yang mendukung agenda tersebut.

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pahala Nugraha Mansury menargetkan agar transisi energi bisa terwujud lebih cepat dari rencana nasional. Dengan begitu, Indonesia bisa menjadi salah satu lima ekonomi terbesar di dunia tahun 2045.

"Kementerian BUMN sangat mengapresiasi Pijar Foundation yang telah menginisiasi Global Future Fellows. Indonesia memiliki target untuk menjadi salah satu dari lima ekonomi terbesar pada 2045. Saya percaya bahwa kita dapat melakukannya lebih awal dari itu," katanya dalam pembukaan GFF 2022 di Nusa Dua, Bali, Selasa (27/9/2022).

"Kuncinya terletak pada transisi hijau, khususnya dekarbonisasi sektor ekonomi dan transisi energi, untuk mempercepat pencapaian target negara kita. Kita harus membangun generasi penerus untuk membangun Indonesia, seperti Anda semua, para Fellows yang ada di ruangan ini," tambahnya.

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal, Indra Darmawan menyampaikan, untuk melakukan transisi energi dan mencapai nol emisi karbon juga diperlukan upaya dari berbagai pihak. Dengan begitu, target jangka panjang transisi energi diharap bisa tercapai.

"Transisi hijau adalah proses holistik yang membutuhkan keterlibatan dari semua pihak - mulai dari level individu, bisnis, serta pemerintah. Dengan adanya sinergi antar target-target dan rencana jangka panjang Indonesia, kita dapat berkontribusi untuk masa depan yang berkelanjutan untuk semua," lanjutnya.

Sementara itu, Direktur GFF Cazadira F. Tamzil memaparkan bahwa para GFFellows dalam diskusi dan secara bersama-sama akan membuat Rencana Aksi Bersama (Action Roadmap).

"Nantinya, dokumen yang dihasilkan para Fellows akan dipresentasikan di hadapan pengambil kebijakan kunci di Jakarta saat penutupan GFF 2022 Oktober mendatang. Kami berharap dokumen ini dapat menjadi panduan praktis yang dapat mempromosikan arah bersama untuk transisi energi di Indonesia," ujar Cazadira.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT