IMI Gaet CSGI Bangun SPKLU Ultra Fast Charging di Tol Trans Jawa-Bali

ADVERTISEMENT

IMI Gaet CSGI Bangun SPKLU Ultra Fast Charging di Tol Trans Jawa-Bali

Angga Laraspati - detikFinance
Kamis, 29 Sep 2022 19:01 WIB
IMI
Foto: Dok. IMI
Jakarta -

Ikatan Motor Indonesia (IMI) resmi melakukan kerja sama dengan Southern Power Grid International (CSGI). Melalui MoU ini, IMI dan CSGI akan bekerja sama memajukan ekosistem kendaraan listrik dengan membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Ketua Ikatan Motor Indonesia Bambang Soesatyo mengatakan SPKLU 'IMI Electric Vehicle Charging Station (IMI Charging Station)' akan dibangun di beberapa daerah. Beberapa potensinya yakni di tol Trans Jawa, tol Merak - Bandung, hingga di berbagai kawasan di Bali.

"Tidak menutup kemungkinan IMI dan China Southern Power Grid International juga akan mengajak berbagai stakeholders terkait lainnya, seperti Pertamina, PLN, hingga para pelaku usaha minimarket, untuk bersama-sama berkolaborasi mengembangkan IMI Charging Station," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (29/9/2022).

Hal ini dikatakan Bamsoet usai menandatangani nota kesepahaman dengan General Collaboration Manager Southern of Asia and South Asia China Southern Power Grid International (CSGI) Co. Ltd., Mr. Wu Fang, hari ini.

Ketua MPR RI ini menjelaskan, IMI Charging Station rencananya memiliki konsep ultra fast charging, sehingga bisa mengisi penuh kendaraan listrik dengan kapasitas di atas 80 kilo Watt hour (kWh) hanya dalam waktu 30 menit saja dari posisi kosong. Serta dilengkapi fitur simultan charger yang dapat mengisi 10 unit kendaraan listrik secara bersamaan.

"Langkah ini juga sebagai upaya IMI mendukung Perpres Nomor 55 Tahun 2019 yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo untuk Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan. Sehingga semakin menarik minat masyarakat untuk bermigrasi dari kendaraan konvensional berbahan bakar minyak ke kendaraan masa depan bermotor listrik," jelas Bamsoet.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini ini menerangkan, IMI Charging Station juga menjadi wujud dukungan IMI terhadap rencana Kementerian ESDM.

Hal ini sebagaimana tertuang dalam Grand Strategi Energi Nasional yang menargetkan pada tahun 2030 nanti di Indonesia sudah terbangun 31.859 unit SPKLU yang tersebar di berbagai daerah.

Tujuannya, sehingga bisa melayani para pengguna kendaraan listrik, yang pada tahun 2030 nanti diproyeksikan menembus 2,2 juta unit mobil listrik, dan 13 juta unit motor listrik.

"Sebagai catatan, hingga Maret 2022, Kementerian Perhubungan mencatat sudah ada 16.060 unit kendaraan listrik yang digunakan di Indonesia. Semakin banyak SPKLU yang tersedia, akan semakin meningkatkan daya tarik masyarakat untuk mengganti kendaraannya ke kendaraan listrik," kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, Kementerian ESDM juga telah melakukan kajian, jika target penggunaan 2,2 juta unit mobil listrik dan 13 juta motor listrik pada tahun 2030 nanti bisa terealisasi, akan mampu menghemat BBM sekitar 13 juta barel/tahun atau senilai Rp16 triliun/tahun.

Selain juga membantu penurunan emisi CO2 sebesar 4 juta ton/tahun dan peningkatan konsumsi listrik sebesar 2,4 terawatt hour (TWh)/tahun.

"Dari sisi keuangan negara, penggunaan kendaraan listrik bisa mendorong pengurangan impor bahan bakar minyak yakni bensin dan diesel

(akn/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT