Harga Minyak Dunia Naik Tak Langsung Bikin BBM Terkerek

ADVERTISEMENT

Harga Minyak Dunia Naik Tak Langsung Bikin BBM Terkerek

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 05 Okt 2022 18:03 WIB
Seorang petugas menunjukkan harga BBM jenis Pertalite yang sudah naik menjadi Rp10 ribu per liter di SPBU Maya jalur Pantura, Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (3/9/2022). Pemerintah menetapkan harga Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10 ribu per liter, Solar subsidi dari Rp5.150 per liter jadi Rp6.800 per liter, Pertamax nonsubsidi naik dari Rp12.500 jadi Rp14.500 per liter berlaku pada Sabtu 3 September 2022 mulai pukul 14.30 WIB. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/wsj.
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
Jakarta -

Harga minyak dunia kembali menguat. Namun demikian, hal itu tak serta merta mengerek harga jual BBM dalam negeri.

Sebab, dalam penentuan harga BBM dalam negeri tidak hanya menimbang harga minyak mentah. Namun, ada faktor lain seperti nilai tukar.

Saat ditanya apakah harga BBM berpotensi naik karena harga minyak melesat, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan, pihaknya akan terus memantau perkembangan minyak dunia.

"Tetap kita monitor perkembangan harga minyak dunia," katanya kepada detikcom, Rabu (5/10/2022).

Dia mengatakan, harga minyak mentah bukanlah satu-satunya faktor penentu harga BBM. Selain harga minyak, ada faktor publikasi MOPS dan nilai tukar.

"Faktor yang menentukan harga bukan hanya minyak mentah, tapi juga melihat publikasi MOPS dan juga kurs," jelasnya.

Dikutip dari Reuters, negara-negara eksportir OPEC+ diperkirakan akan memangkas produksi ketika mereka menggelar pertemuan pada hari Rabu. Langkah itu akan menekan pasokan di pasar yang menurut para eksekutif dan analis perusahaan minyak sudah ketat karena permintaan yang sehat, investasi kurang dan persoalan pasokan.

Harga minyak Brent naik US$ 2,94 atau 3,3% ke level US$ 91,80 per barel. Sementara, WTI naik US$ 2,89 atau 3,5% menjadi US$ 86,52 per barel.

Salah seorang sumber menyebutkan, OPEC*+ yang mencakup Rusia sedang membahas pengurangan produksi minyak lebih dari 1 juta barel per hari. Harga minyak memperpanjang kenaikannya setelah Bloomberg melaporkan bahwa OPEC+ sedang mempertimbangkan pemangkasan produksi 2 juta barel per hari.

(acd/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT