CEO Freeport Update Progress Smelter Gresik, Sudah Sampai Mana?

ADVERTISEMENT

CEO Freeport Update Progress Smelter Gresik, Sudah Sampai Mana?

Angga Laraspati - detikFinance
Kamis, 06 Okt 2022 10:26 WIB
Freeport Indonesia
Foto: Freeport Indonesia
Depok -

Chairman of The Board & CEO Freeport-McMoRan Richard C. Adkerson memberikan update terbaru terkait progres smelter baru Freeport yang ada di Gresik, Jawa Timur. Ia mengatakan smelter baru ini akan menjadi Single Line Smelter terbesar di dunia.

Saat melakukan orasi ilmiah di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Richard menuturkan beberapa waktu yang lalu ia baru saja mendatangi lokasi smelter terbarunya tersebut yang ada di Kawasan Industri Gresik JIIPE.

Dalam kunjungan itu, ia sangat kagum karena fasilitas yang dibangun pada lahan seluas 100 hektare tersebut sangatlah besar dan bisa menyamai tambang yang sudah dimiliki Freeport sebelumnya di Tembagapura, Papua.

Smelter ini mampu memproduksi 1,7 juta ton konsentrat per tahun dan Freeport juga akan menambah kapasitas smelter tembaga pertamanya (PT Smelting) yang juga berada di Gresik dari 1 juta ton konsentrat menjadi 1,3 juta ton. Ada juga fasilitas logam mulia atau Precious Metal Refinery berkapasitas 6.000 ton/tahun.

"Kita membangun fasilitas logam mulia baru yang sejalan dengan project ini. Nantinya ini akan memberikan kapasitas untuk memproses konsentrat yang diproduksi oleh PTFI," imbuh Richard dalam orasi ilmiah di UI, Rabu (5/10/2022).

Richard mengungkapkan smelter baru yang dibangun di Gresik ini adalah instruksi dari Presiden Joko Widodo kepada Freeport di tahun 2018. Kala itu, Freeport dan pemerintah Indonesia tengah mendiskusikan berbagai hal seperti pemberian saham 51% ke Indonesia dan juga smelter baru.

Sebagai gantinya, Freeport bisa mengoperasikan tambang di Indonesia hingga tahun 2041. Meski begitu, Freeport akan memberikan 70% dari pendapatannya kepada pemerintah Indonesia dengan potensi pendapatan bagi Indonesia hingga 2041 adalah US$ 80 miliar.

Sesuai perjanjian di tahun 2018 tersebut, Freeport menjanjikan pemerintah untuk menyelesaikan proyek di Gresik pada akhir tahun 2023. Sayangnya, COVID-19 menyerang dan membuat penyelesaian proyek mundur dan ditargetkan selesai di 2024.

"COVID datang, masalah rantai pasok, dan memberikan efek kepada kami dan proyek besar kami lainnya. Jadi (proyek ini) bisa diselesaikan pada tahun 2024. Dan kami berkomitmen menyelesaikannya secepat mungkin," katanya.

Saat ini, pencapaian kumulatif kemajuan fisik sebesar 40% dengan total serapan biaya sekitar US$ 1,2 miliar. Selain itu, pekerjaan concrete sudah hampir 10% dengan mempekerjakan 98% tenaga kerja Indonesia. Di akhir 2022 nanti ditargetkan akan ada kemajuan fisik sebesar 50% dengan serapan biaya US$ 1,5 miliar.

"Kami sudah mencapai 40% (pembangunan) sekarang dan pekerjaan dilakukan setiap hari dan memberikan progres yang baik," imbuh Richard.

Di sisi lain, Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas membenarkan pembangunan sudah mencapai 40%. Diharapkan di akhir 2023 konstruksi mekanikalnya sudah selesai dan bisa langsung beroperasi di pertengahan 2024.

"Diharapkan akhir 2023 mechanical constructionnya selesai semuannya dilanjutkan dengan pre commissioning, sehingga di pertengahan 2024 sudah bisa mulai produksi," ucap Tony.

Di sisi lain, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengapresiasi langkah Freeport yang karena telah mentaati peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Adapun peraturan itu disetujui di tahun 2018.

"Kalau ditanya apresiasi, sebagai menteri investasi saya apresiasi karena semua aturannya ditaati. Bangun smelter ditaati, pendapatan negara naik, dividen untuk inalum naik. Ingat, kalau dividen begini terus, akuisisi saham 51 persen, itu maksimal 5-6 tahun terjadi break even point, 2024-2025," kata Bahlil.

Sebagai informasi, orasi Ilmiah dengan tema 'Transformasi Ekonomi Melalui Hilirisasi dengan Kearifan Lokal' ini berlangsung pada 4-7 Oktober di 6 kampus negeri Pulau Jawa-Papua. 6 kampus tersebut antara lain ITS, UGM, ITB, UI, Uncen, dan Unhas.

Orasi ilmiah ini diperkirakan dihadiri oleh ribuan mahasiswa di masing-masing kampus yang didatangi. Hadir juga Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas, jajaran Kementerian Investasi dan rektor masing-masing universitas.

Lihat juga video 'Jokowi Cerita Sulitnya Minta Freeport Bikin Smelter':

[Gambas:Video 20detik]



(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT