PLTG Grati Direlokasi ke Bali Demi KTT G20, Rampung Akhir Oktober 2022

ADVERTISEMENT

PLTG Grati Direlokasi ke Bali Demi KTT G20, Rampung Akhir Oktober 2022

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 06 Okt 2022 19:45 WIB
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melakukan serah terima mobil listrik yang dipinjamkan oleh PT Toyota Astra Motor. Nantinya mobil listrik ini digunakan untuk kendaraan pimpinan dan tamu-tamu negara dalam pertemuan KTT G20 di Bali pada November 2022 mendatang. Mobil listrik yang dipinjamkan merupakan jenis Lexus UX 300e sebanyak 143 unit.
G20/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

PT PLN (Persero) menargetkan relokasi Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Grati 1x100 megawatt (MW) dari Pasuruan ke Pesanggaran, Bali bakal selesai pada akhir Oktober 2022. Proyek relokasi ini disebut akan memperkuat keandalan pasokan listrik Bali yang menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Susyanto mengatakan sudah mendapatkan gambaran besar kesiapan PLN dalam hal menyiapkan pasokan daya yang cukup dan kelengkapan infrastruktur untuk kendaraan listrik selama KTT G20 berlangsung.

"Kesiapan PLN dalam mendukung keandalan pasokan listrik dan SPKLU sudah on the track karena keseluruhan dari gelaran ini akan menggunakan mobil maupun bus listrik. Dukungan PLN betul-betul all out dan berjalan dengan baik," kata Susyanto dalam keterangannya, Kamis (6/10/2022).

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo meninjau langsung ke lokasi untuk memastikan relokasi pembangkit dari Grati ke Bali guna penambahan pasokan daya listrik bisa selesai tepat waktu.

"PLN telah diamanahkan untuk menerangi Nusantara dan juga mendukung perhelatan agenda level dunia yakni KTT G20 di Pulau Dewata. Event ini akan kami kawal langsung dan kami pastikan dapat rampung sesuai dengan apa yang telah direncanakan," ujar Darmawan.

Darmawan menjelaskan dalam penyelenggaraan KTT G20 diperkirakan ada penambahan demand listrik di Bali lebih dari 25% yakni dari 770 MW menjadi 980 MW. Menurut catatan PLN, beban tertinggi di Bali ada di angka 846 MW per September 2022.

"Dengan relokasi PLTG Grati ke Pesanggaran, saat ini daya mampu PLN untuk Sub-Sistem Bali ada di angka 1.422 MW. Artinya kita masih punya 442 MW dari perkiraan beban maksimal untuk penyelenggaraan KTT G20. Saat ini saya cek persiapannya sudah mencapai 99,46%," imbuhnya.

Selain melakukan relokasi pembangkit, PLN juga memastikan keandalan transmisi dan distribusi yakni dengan penguatan transmisi dan gardu induk, peremajaan peralatan asessment, serta perbaikan proteksi.

"Kami menjalankan secara detil berbagai action program untuk memastikan keandalan pasokan listrik di Bali selama KTT G20 berlangsung. Kami juga merancang klasifikasi pengamanan untuk beberapa venue khusus seperti Bandara, Hotel, Kawasan Wisata, hingga Rumah Sakit," tambahnya.



Untuk siaga pelaksanaan KTT G20, PLN menyiapkan 1.079 personel dengan 3 posko siaga. Sebanyak 25 personel ditugaskan di pembangkitan, 420 personel siaga untuk transmisi, 612 personel siaga untuk distribusi, dan 22 personel siaga untuk Icon Plus.

"Kesuksesan penyelenggaraan G20 Indonesia akan menjadi bukti keandalan listrik PLN dalam mendukung kegiatan berstandar dunia. Oleh karena itu, PLN akan memastikan persiapan yang matang, terutama dari sisi pembangkit hingga transmisi, sampai ke venue acara," tutup Darmawan.



Simak Video "Melihat Lokasi KTT G20 yang Bakal Digelar Hari Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(aid/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT