22 Gardu PLN Terdampak Banjir di Jakarta, 7 Unit Terpaksa Dipadamkan

ADVERTISEMENT

22 Gardu PLN Terdampak Banjir di Jakarta, 7 Unit Terpaksa Dipadamkan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 06 Okt 2022 20:54 WIB
Penormalan Gardu Induk Terdampak Banjir di Kalsel Dikebut
Ilustrasi/Foto: Dok. PLN
Jakarta -

Hujan deras mengguyur Jakarta sejak sore dan mengakibatkan beberapa lokasi di Jakarta Selatan mengalami banjir meliputi wilayah Pamulang, Perum Citra Kencana Legoso, Jl. Bukit Seruna, Jeruk Purut, Cilandak, Jl. Kemang Selatan, Jl. Warung Buncit, Jl. Pejaten Barat II, dan sekitarnya.

Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Oleh karena itu saat hujan lebat dan mengakibatkan banjir, maka listrik terpaksa dipadamkan sementara. Sampai pukul 20.00 WIB dari 22 gardu yang terdampak banjir tersisa 7 gardu yang terpaksa dipadamkan sementara.

"Listrik segera dinormalkan apabila semua sudah dalam keadaan kering dan siap. Saat ini mohon bersabar karena keselamatan jiwa kita semua yang utama," tegas Doddy B. Pangaribuan, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya, dalam keterangan tertulis, Kamis (6/10/2022).

PLN mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya kelistrikan di musim hujan dan banjir. Apabila air mulai masuk ke rumah, warga secara mandiri dapat mematikan listrik dari Mini Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter. Selanjutnya warga bisa menghubungi PLN melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123.

Sebelumnya Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) Kemas Abdul Gaffur mengatakan sebetulnya dari sisi teknis, peralatan PLN sudah disiapkan dan juga diamankan semuanya.

Hanya saja, seringkali kondisi di tengah masyarakat memaksa PLN untuk memadamkan listrik. Pasalnya rumah-rumah masyarakat banyak yang terendam air.

"Kenapa banjir itu listrik tiba-tiba padam? Bukan berarti PLN itu nggak siap. Peralatan kami dibuat secara teknis untuk hadaoi kondisi hujan dan panas. Namun dalam pelaksanaan penyalurannya ke masyarakat, ada kondisi di tengah masyarakat, meskipun gardunya kuta sudah ditinggikan cuma masyarakat rumahnya terendam air," ungkap Kemas dalam temu media di Penang Bistro, bilangan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (6/10/2022).

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT