Gas ke Eropa buat Musim Dingin Aman, tapi Tahun Depan Masih Suram

ADVERTISEMENT

Gas ke Eropa buat Musim Dingin Aman, tapi Tahun Depan Masih Suram

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 06 Okt 2022 22:06 WIB
Pipe systems and shut-off devices at the gas receiving station of the Nord Stream 2 in Lubmin, Germany, Wednesday, Sept.28, 2022. Baltic Sea pipeline and the transfer station of the Eugal gas pipeline (foreground -European Gas Link. (Stefan Sauer/dpa via AP)
Ilustrasi pipa gas/Foto: Stefan Sauer/dpa via AP
Jakarta -

Badan Energi Internasional (IEA/ International Energy Agency) menyatakan penyimpanan gas untuk musim dingin di Eropa hampir penuh. Sekitar 90% dari kapasitas tangki penyimpanan telah terisi.

Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol mengatakan kemungkinan Eropa menghadapi krisis energi tahun depan setelah tangki gas alamnya terkuras untuk melewati musim dingin tahun ini.

"Dengan penyimpanan gas hampir 90%, Eropa akan bertahan pada musim dingin ini dengan hanya beberapa memar selama tidak ada kejutan politik dan teknis, yang berikutnya dapat menimbulkan tantangan yang signifikan," kata Birol dikutip dari CNBC, Kamis (6/10/2022).

Birol menambahkan tingkat penyimpanan gas Eropa kemungkinan akan turun menjadi antara 25-30%.

"Jadi pertanyaannya adalah bagaimana kita beralih dari 25% atau 30% ke (untuk) musim dingin 2023 menjadi 80-90%?," terangnya.

Uni Eropa (UE) sedang berjuang menopang pasokan energi sejak perang terjadi di Ukraina. Rusia sebagai pemasok terbesar minyak bumi dan gas alam ke UE, memangkas ekspor sebagai tanggapan atas sanksi Barat.

"Jadi musim dingin ini sulit, tetapi musim dingin berikutnya mungkin juga sangat sulit," tutur Birol.

(aid/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT