Menilik Peran Ahok di Balik Kenaikan Harga BBM, Sebesar Apa Sih?

ADVERTISEMENT

Menilik Peran Ahok di Balik Kenaikan Harga BBM, Sebesar Apa Sih?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 08 Nov 2022 06:00 WIB
Basuki Tjahaja Purnama/Ahok
Foto: Basuki Tjahaja Purnama/Ahok (Lutfi Syahban/Denny Pratama/detikcom)
Jakarta -

Nama Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama seringkali disalahkan masyarakat saat kenaikan harga BBM terjadi. Hal itu diungkapkan sendiri oleh pria yang juga karib disapa Ahok tersebut.

Ahok mengaku banyak masyarakat menilai harga BBM bisa naik ataupun turun disebabkan oleh dirinya. Keluhan itu terus berdatangan hingga sekarang.

"Saya boleh sampaikan ya, banyak orang pikir naiknya BBM, turunnya BBM, salahnya Ahok. Pokoknya kalau apa-apa Ahok yang salah," ungkap Ahok dalam sebuah acara di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Minggu (6/11/2022) kemarin.

Lalu, sebesar apa peran Ahok dalam kenaikan harga BBM?

Faktanya Ahok mengatakan dirinya bukan orang nomor satu dalam penentuan harga BBM. Katanya, orang nomor satu yang menentukan BBM naik atau tidak justru Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia cuma menjadi orang ke lima saja dalam penentuan harga BBM.

Setelah Jokowi, ada Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, berikutnya ada Menteri BUMN Erick Thohir. Setelahnya, Dirut Pertamina Nicke Widyawati. Nah di nomor lima baru lah peran Ahok.

"Dan posisi saya itu urutan kelima. Kenapa urutan kelima? Pertama, Presiden. Kedua, Menko Invest. Ketiga, Menteri BUMN. Keempat, mau eksekusi, Dirut utama. Saya ini nomor lima," ungkap Ahok.

Singgung Subsidi Langsung

Ahok juga sempat menyinggung sebetulnya sudah saatnya subsidi BBM diberikan langsung ke masyarakat, bukan pada barangnya. Subsidi yang menyasar ke barang, selama ini menurutnya banyak sekali penyimpangan dan pelanggarannya.

"Tapi memang faktanya, kita itu terlalu takut untuk subsidi langsung di rakyat. Sebetulnya itu banyak sekali penyimpangan-penyimpangan terjadi," ungkap Ahok.

Subsidi langsung sendiri maksudnya adalah subsidi yang diberikan secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Dengan begitu, subsidi dinilai akan menjadi lebih tepat sasaran.

Sementara itu, selama ini subsidi diberikan berdasarkan barang. Maksudnya, subsidi diberikan untuk membuat harga BBM sebagai barang konsumsi menjadi lebih murah.

Adapun BBM yang mendapatkan subsidi adalah jenis solar, sementara itu BBM Pertalite mendapatkan subsidi dengan skema kompensasi dari pemerintah.

Lihat juga Video: Respons Ahok Soal Sering Disalahkan saat Harga BBM Naik

[Gambas:Video 20detik]




(hal/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT