Bangun 4 PLTS, PLN Siap Pasok 210 MW Listrik EBT untuk Amazon di RI

ADVERTISEMENT

Bangun 4 PLTS, PLN Siap Pasok 210 MW Listrik EBT untuk Amazon di RI

Erika Dyah - detikFinance
Minggu, 13 Nov 2022 21:44 WIB
PT PLN (Persero) siap mendukung seluruh kegiatan operasional Amazon Web Services (AWS) di Indonesia.
Foto: Dok. PLN
Jakarta -

PT PLN (Persero) siap mendukung seluruh kegiatan operasional Amazon Web Services (AWS) di Indonesia. Salah satunya dengan memasok listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) dengan total kapasitas 210 megawatt (MW).

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Penyediaan Listrik EBT antara PLN dan Amazon di acara Tri Hita Karana (THK) Forum di BNDCC, Nusa Dua Bali. Kerja sama ini merupakan wujud komitmen PLN dan Amazon dalam mendukung akselerasi transisi energi bersih di Tanah Air.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan kerja sama pengembangan EBT ini menjadi upaya pemerintah untuk memastikan ketersediaan dan keamanan pasokan listrik dalam negeri. Pemerintah melalui PT PLN (Persero) terus mendorong eksplorasi pengembangan EBT mengingat potensinya masih cukup besar.

"Komitmen antara PLN dan Amazon ini penting untuk mempercepat transisi menuju energi bersih. Hal ini penting untuk mendukung kesejahteraan masyarakat, memenuhi kebutuhan energi kita, serta membuka lapangan-lapangan kerja baru," ujar Arifin dalam keterangan tertulis, Minggu (13/11/2022).

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengungkap kesiapan PLN mendukung langkah Amazon untuk mencapai net zero emission dan menggunakan 100 persen listrik EBT.

"Hari ini adalah hari bersejarah. Ini merupakan kerja sama dua perusahaan kelas dunia, PLN dan Amazon untuk bersama-sama mendukung transisi energi di Indonesia," ungkap Darmawan.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, lanjut Darmawan, PLN membangun empat pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan total kapasitas 210 MW. Menurutnya, dalam dua tahun ke depan Amazon akan dialiri listrik bersih dari PLN dengan nol emisi karbon.

Menurutnya, dalam dua tahun ke depan Amazon akan dialiri listrik bersih dari PLN dengan nol emisi karbon.

"Kolaborasi ini adalah fondasi penting untuk kerja sama yang lebih erat di masa depan. Saya berharap kolaborasi dengan perusahaan yang berkesadaran lingkungan seperti ini akan semakin banyak di Indonesia," terangnya.

Sementara itu, Managing Director, Data Center Planning & Delivery untuk Asia-Pasifik, Jepang & Cina, Amazon Web Services, Carly Wishart mengatakan Amazon tengah mendorong semua kegiatan operasionalnya 100% ditopang oleh EBT pada tahun 2025. Atau lima tahun lebih cepat dari target awal tahun 2030.

"Kami dengan bangga mengumumkan proyek energi terbarukan pertama kami di Indonesia yang bekerja sama dengan PLN. Kolaborasi ini menempatkan Amazon di jalur yang tepat menuju 100 persen pemanfaatan EBT di Indonesia," kata Wishart.

Selain itu, ia juga mengapresiasi tim PLN dan Amazon yang telah bekerja keras merintis mekanisme baru terkait pengadaan EBT untuk perusahaannya. Ia berharap kerja sama ini akan terus berlanjut sehingga PLN bisa membantu mewujudkan jaringan listrik nol karbon di seluruh operasional bisnis Amazon.

"Kami berkomitmen pada visi tersebut dan berupaya mewujudkannya melalui pembelian energi terbarukan dan inisiatif kebijakan. Kami menantikan kolaborasi berkelanjutan dengan PLN untuk memungkinkan lebih banyak proyek energi terbarukan di Indonesia," pungkasnya.

(akn/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT