IOG 2022, Upaya Genjot Gairah Investasi Sektor Hulu Migas di RI

ADVERTISEMENT

IOG 2022

IOG 2022, Upaya Genjot Gairah Investasi Sektor Hulu Migas di RI

Dea Duta Aulia - detikFinance
Jumat, 18 Nov 2022 21:44 WIB
Ilustrasi sektor migas
Foto: Ilustrasi Migas (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Jakarta -

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menjelaskan bakal terus menggenjot produksi minyak dan gas (migas) untuk kebutuhan energi di Indonesia. Sebab kebutuhan migas diprediksi masih akan besar meskipun kampanye transisi energi dan pemanfaatan energi terbarukan (EBT) sedang digaungkan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), Kementerian Energi dan Sumber Mineral (ESDM) Setyorini Tri Hutami mengatakan untuk mengejar target produksi migas hingga tahun 2030, Indonesia membutuhkan investasi hulu migas US$ 20 miliar hingga US$ 26 miliar per tahun. Oleh karena itu pihaknya tengah gencar meningkatkan gairah investasi di hulu migas.

"Pemerintah dan SKK Migas masih optimistis untuk mengejar target produksi migas. Namun untuk mengejar target tersebut dibutuhkan investor. Untuk itu berbagai upaya untuk membeberkan potensi migas Indonesia terus dilakukan salah satunya dengan penyelenggaraan 3rd International Convention of Indonesia Upstream Oil and Gas 2022 (IOG 2022)," kata Setyorini dalam keterangan tertulis, Jumat (18/11/2022).

Ia menyebutkan pemerintah mendukung penuh langkah SKK migas dalam menyelenggarakan IOG 2022 dengan harapan bakal memberikan dampak positif terhadap iklim investasi hulu migas.

IOG 2022 akan diadakan secara hybrid pada 23-25 November 2022 di Bali Nusa Dua Convention Center. Dalam acara ini akan hadir sekitar 1.000 peserta yang hadir di lokasi dan diharapkan 10.000 peserta hadir secara online. Ajang ini diharapkan mampu menarik minat investor di sektor hulu migas.

"Secara singkat tujuan IOG 2022 ini untuk mendukung peningkatan investasi migas di Indonesia," jelasnya.

Pelaksanaan IOG 2022 cukup krusial untuk bisa memberikan gambaran kepada para pelaku usaha bahwa Indonesia masih membutuhkan migas di era transisi energi.

"Perubahan ke EBT harus melalui masa transisi. Teknologi migas harus bisa menjawab juga. Diharapkan nanti terjalin network yang bisa meningkatkan investasi," jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mengatakan SKK Migas harus bekerja keras untuk menarik minat investor migas dengan berbagai promosi, insentif fiskal, dan non fiskal.

"IOG 2022 adalah salah satu cara untuk itu. Saya rasa ini bagus dan perlu didukung," ujar Mulyanto.

Klik halaman selanjutnya >>>

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT