Naik Kendaraan Listrik Hemat Banget! Begini Hitung-hitungannya

ADVERTISEMENT

Naik Kendaraan Listrik Hemat Banget! Begini Hitung-hitungannya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 20 Nov 2022 17:30 WIB
MINI Indonesia meluncurkan Mini Electric di Jakarta, Rabu (8/6/2022). MINI Electric mengusung motor listrik dengan kode IB1P25B.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengklaim kendaraan listrik lebih irit dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar fosil. Biaya operasional harian kendaraan bertenaga listrik menurut Budi Karya bisa lebih irit hingga 75% dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.

"Saat ini sudah banyak kendaraan listrik yang bentuknya keren, energi bersih ramah lingkungan, dan lebih irit dari kendaraan berbahan bakar fosil (BBM). Secara keseharian, bisa lebih irit 75 persen dalam sehari dibandingkan dengan motor BBM, ujar Budi Karya dalam sosialisasi konversi kendaraan listrik, di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (20/11/2022).

Berdasarkan hitungan yang dilakukan Ditjen Perhubungan Darat satu liter BBM setara dengan 1,2 Kwh listrik. Dengan harga listrik per kWh Rp 1.444 atau dibulatkan Rp 1.500, berarti 1,2 kWh listrik harganya sekitar Rp 1.700.

Artinya penggunaan kendaran listrik jauh lebih hemat jika dibandingkan dengan satu liter BBM yang saat ini seharga Rp 10.000-21.000.

Menteri ESDM Arifin Tasrif menambahkan untuk satu motor listrik bisa menempuh jarak 30 km butuh satu liter bensin. Harganya, bila dengan menggunakan Pertalite saja sudah mencapai Rp 10.000 per liter.

Namun, untuk menempuh jarak yang sama, motor listrik cuma butuh 1,2 Kwh listrik yang biayanya cuma Rp 1.700 saja.

"Misalnya, 30 km itu seliter Pertalite aja Rp 10 ribu, kalau motor listrik itu cuma perlu 1,2 Kwh, sekitar Rp 1.600-1.700-an lah, jauh banget," ungkap Arifin di acara yang sama.

Lebih lanjut, menurutnya motor BBM memiliki biaya perawatan yang mahal. Hitungan kasarnya saja, setahun bisa mengeluarkan jutaan rupiah hanya untuk ganti oli dan servis bulanan. Tapi motor listrik tak perlu melakukan hal tersebut.

"Nah kemudian motor BBM ini kan tiap tahun ganti oli dan servis lain-lain, bisa Rp 2,5 juta sendiri kayaknya. Nah kalau motor listrik kan nggak perlu ganti oli dan lain-lain, jadi lebih murah," ujar Arifin.

(hal/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT