Mau Terapkan BBM Campur Sawit 40%, RI Bisa Hemat Rp 200 T

ADVERTISEMENT

Mau Terapkan BBM Campur Sawit 40%, RI Bisa Hemat Rp 200 T

Ilyas Fadhillah - detikFinance
Senin, 21 Nov 2022 11:50 WIB
B40
Foto: B40/Ilyas Fadhillah-detikcom
Jakarta -

Pemerintah terus mengembangkan bahan bakar biodiesel 40% alias B40. Hadirnya BBM campur sawit ini diharapkan mampu menghemat devisa negara.

Dengan B40 diprediksi jumlah impor BBM Indonesia akan berkurang. Bahkan negara disebut bisa hemat hingga ratusan triliun.

"Menghemat devisanya berapa? Jadi kalau kita tidak impor minyak solar sebesar 15 juta kiloliter (kl), kalau harganya itu (per liter) sekitar Rp 13 ribu dikalikan 15 juta (kl) yaitu ketemu sampai Rp 200-an triliun," kata Edi Wibowo, Direktur Bioenergi di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi, Lemigas, Senin (21/11/2022).

Edi menjelaskan, perkiraan kebutuhan B30 atau kebutuhan solar di 2023 mencapai 37,5 juta kl. Adanya B40 akan membuat jumlah impor solar berkurang 40%.

Sebagai informasi, Program B40 atau Biodiesel 40% sendiri ialah pencampuran bahan bakar nabati berbasis CPO atau sawit yaitu Fatty Acid Methyl Esters (FAME) sebesar 40% dengan 60% bahan bakar minyak jenis solar.

Edi menambahkan, tahun 2021 Indonesia menghemat hingga Rp 66 triliun berkat program B30. Padahal harga minyak dunia saat itu sedang turun.

Artinya dengan harga minyak dunia yang sedang tinggi saat ini, maka uang negara yang bisa dihemat jelas lebih besar. Apalagi mata uang dolar saat ini sedang perkasa.

"Ini kan dipengaruhi volume impor, harga, terus kurs dolarnya berapa. Kurs dolar lagi naik, produsen (jual) pakai dolar terus dirupiahkan, penghematannya sangat besar," jelasnya.

Usai uji jalan B40 dilakukan implementasi B40 diharapkan bisa segera diterapkan. Pemakaian BBM khususnya biodiesel diharapkan dapat mengurangi impor BBM sekaligus meningkatkan bauran energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia.

"Pertama, saya senang performa B40 bisa merespons kebutuhan energi kendaraan. Kedua, emisinya bisa turun karena pemanfaatan bioenergi makin tinggi. Kita patut bersyukur negeri kita ini memberikan potensi sumber energi yang banyak," ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif.

Adapun uji jalan B40 telah dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2022 lalu. Untuk kendaraan dengan berat di bawah 3,5 ton, jarak tempuhnya adalah 50.000 km. Sementara kendaraan dengan berat lebih dari 3,5 ton jarak tempuhnya 40.000 km.

Update per 21 November 2022, 1 kendaraan dengan kode P1 telah menempuh jarak 50.000 km. Kendaraan tersebut sudah mencapai tahap akhir kegiatan uji jalan B40 dan dilakukan overhaul atau turun mesin. Sementara kendaraan lain masih dalam uji jalan.

Setelah hasil pengujian, bahan bakar B40 tidak memberikan dampak signifikan terhadap komponen mesin. Dan tidak terdapat dampak negatif performa kendaraan uji sampai dengan selesai uji jalan 50.000.km.



Simak Video "Kantor Perusahaan Sawit di Lampung Dibakar Massa"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT