Qatar Mau Pasok Gas ke China Selama 27 Tahun

ADVERTISEMENT

Qatar Mau Pasok Gas ke China Selama 27 Tahun

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Selasa, 22 Nov 2022 09:37 WIB
FILE - Oil tanker Trident Hope unloads its fright in the oil port of Wilhelmshaven, northern Germany, on Tuesday, June 10, 2008. The U.S. has pledged to help maintain Europes energy supply by boosting exports of liquefied natural gas, or LNG, if Russia were to invade Ukraine and reduce its gas shipments to the European Union. (AP Photo/Joerg Sarbach, File)
Ilustrasi gas alam/Foto: AP/Joerg Sarbach
Jakarta -

Perusahaan gas asal Qatar, QatarEnergy, menandatangani perjanjian penjualan dan pembelian gas alam cair (LNG) selama 27 tahun dengan Sinopec China. Jangka waktu kesepakatan tersebut merupakan yang terpanjang dalam sejarah. Informasi ini diperoleh CNN Business dari Reuters.

"Hari ini adalah tonggak penting untuk perjanjian jual beli pertama untuk proyek North Field East, 4 juta ton selama 27 tahun untuk Sinopec China," kata Kepala QatarEnergy Saad al-Kaabi, dikutip dari CNN Business, Selasa (22/11/2022).

"Ini menandakan kesepakatan jangka panjang ada di sini dan penting bagi penjual dan pembeli," sambungnya.

Perlu diketahui, North Field merupakan bagian dari ladang gas terbesar di dunia yang dibagi Qatar bersama Iran. Awal tahun ini, QatarEnergy telah menandatangani kesepakatan untuk North Field East, fase pertama dan lebih besar dari rencana ekspansi dua fase North Field.

Kesepakatan tersebut mencakup enam kereta LNG yang akan meningkatkan kapasitas pencairan Qatar dari 77 juta menjadi 126 juta ton per tahun pada 2027 mendatang. Tidak hanya itu, QatarEnergy juga menandatangani kontrak dengan mitra untuk North Field South, fase kedua dari ekspansi.

"Kami sangat senang dengan kesepakatan dengan Sinopec ini karena kami telah memiliki hubungan jangka panjang di masa lalu dan ini membawa hubungan kami ke level baru karena kami memiliki SPA yang akan bertahan hingga tahun 2050-an," kata Kaabi.

Kemudian Kaabi menambahkan, negosiasi juga tengah berlangsung dengan pembeli lain di China dan Eropa, dan global yang menginginkan keamanan pasokan.

"Saya pikir volatilitas baru-baru ini telah mendorong pembeli untuk memahami pentingnya memiliki pasokan jangka panjang," ucapnya.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan, saat ini tengah berlangsung negosiasi untuk saham ekuitas dalam proyek ekspansi negara Teluk dengan beberapa entitas.

QatarEnergy sendiri telah mempertahankan 75% saham secara keseluruhan dalam ekspansi tersebut dan dapat memberikan hingga 5% dari saham itu kepada beberapa pembeli.



Simak Video "Bandel Langgar Lalin di Qatar, Siap-siap Kena 'Kartu Merah'!"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT