ADVERTISEMENT

Sri Mulyani Guyur Rp 452,5 T Demi Tahan Harga BBM dan Tarif Listrik

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 24 Nov 2022 14:56 WIB
Menkue Sri Mulyani mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Selasa (31/5). Sri Mulyani jelaskan percepatan pembangunan infrastrukur dalam APBN 2023.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pemerintah telah menyalurkan anggaran ratusan triliun untuk menahan harga BBM dan listrik. Hingga Oktober 2022, pemerintah telah menyalurkan kompensasi sebesar Rp 268 triliun dan subsidi Rp 184,5 triliun atau jika ditotal Rp 452,5 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan, pada 2021 kompensasi untuk BBM dan listrik sebesar Rp 48 triliun. Pada tahun ini, pagu anggaran kompensasi dinaikkan menjadi sekitar Rp 293 triliun dan telah dibayarkan Rp 268 triliun.

"Ini yang menggambarkan kalau masyarakat mungkin merasakan ekonomi relatif stabil itu karena kita menaikkan belanja kompensasi untuk menahan shock harga-harga komoditas melonjak begitu besar di seluruh dunia. Dalam hal ini total kompensasi nanti akan mencapai Rp 293 triliun dan kita sudah membayarkan Rp 268 triliun," katanya dalam konferensi pers APBN KITA, Kamis (24/11/2022).

Menurutnya, hal ini menyebabkan kondisi keuangan PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) relatif baik.

"Kemudian menyebabkan masyarakat dan perekonomian relatif terjaga dengan harga di sektor energi yang relatif tidak mengalami kenaikan sangat besar seperti yang terjadi di berbagai negara lainnya," ungkapnya.

Alokasi subsidi juga mengalami kenaikan. Pada 2021 lalu alokasi subsidi Rp 144 triliun, dan naik tahun ini menjadi Rp 283 triliun.

"Dan kami sudah membayarkan kepada PLN Pertamina sebesar Rp 184,5 triliun," ujarnya.

(acd/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT