Konsumsi Listrik RI Jauh Ketinggalan Dibandingkan Malaysia-Thailand

ADVERTISEMENT

Konsumsi Listrik RI Jauh Ketinggalan Dibandingkan Malaysia-Thailand

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 25 Nov 2022 11:01 WIB
Menyambut lebaran Idul Fitri 1438H, Perusahaan Listrik Negara (PLN) memberi diskon hingga 50 persen untuk penyambungan tambah daya dan baru.
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Konsumsi listrik bisa menjadi salah satu indikator kondisi perekonomian suatu negara. Terungkap fakta, ternyata konsumsi listrik per kapita Indonesia masih di bawah rata-rata negara ASEAN.

Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ida Nuryatin Finahari mengatakan, pemerintah menargetkan konsumsi listrik per kapita tahun ini sebesar 1.268 kWh/kapita.

"Tetapi hingga September 2022 konsumsi listrik per kapita masih sekitar 1.169 kWh/kapita," katanya dalam Forum Diskusi Publik, Jumat (25/11/2022).

Sementara, rata-rata konsumsi listrik di ASEAN sudah mencapai 3.672 kWh/kapita. Ida mengatakan, dalam Renstra Kementerian ESDM, konsumsi listrik per kapita tahun 2024 ditargetkan 1.408 kWh/kapita.

"Artinya kalau kita lihat dari sini sampai 2024 pun sebenarnya kita juga masih ketinggalan jauh sama negara ASEAN lainnya," ujarnya.

Menurutnya, hal itu menjadi tantangan Indonesia. Dia mengatakan, pemerintah memiliki sejumlah program untuk meningkatkan konsumsi listrik ini di antaranya dengan mendorong kendaran listrik, kompor induksi, dan lain-lain.

"Kita tahu makin tinggi konsumsi listrik per kapita dapat diindikasikan semakin tinggi juga pertumbuhan ekonomi di Indonesia," katanya.

(acd/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT