Sambung Listrik ke Daerah 3T Modalnya Gede, PLN: PMN Sangat Dibutuhkan

ADVERTISEMENT

Sambung Listrik ke Daerah 3T Modalnya Gede, PLN: PMN Sangat Dibutuhkan

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 28 Nov 2022 13:02 WIB
Dirut PLN Darmawan Prasodjo
Dirut PLN Darmawan Prasodjo/Foto: Iswahyudi / 20detik)
Jakarta -

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyatakan pihaknya butuh modal besar apabila ingin menyambungkan listrik ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar alias 3T.

Secara bisnis, Darmawan pun menyatakan menyambung listrik ke daerah 3T sama sekali tidak menguntungkan. Bagaimana tidak, menurut paparannya, Darmawan menyatakan butuh modal Rp 25-45 juta per pelanggan untuk menggenjot listrik di daerah 3T.

Meski begitu, menurutnya PLN harus tetap menyambung listrik ke daerah 3T. Maka dari itu, demi memenuhi modal yang besar untuk melakukan elektrifikasi ke daerah 3T maka pihaknya meminta penyertaan modal negara (PMN).

"Jadi kami akui secara pertimbangan komersial tidak feasible cuma dalam rangka mengejawantahkan sila kelima soal keadilan sosial dan sila ke tiga persatuan Indonesia, maka pmn dibutuhkan untuk bangun infrastruktur ketenagalistrikan untuk memberikan layanan ke saudara kita di 3T," ungkap Darmawan dalam rapat kerja dengan Komisi VI, Senin (28/11/2022).

Apalagi, menurut Darmawan, masih banyak sekali desa di Indonesia yang belum mendapatkan listrik. Dia bilang masih ada 4.400 lebih desa yang belum mendapatkan listrik di Indonesia.

"Penyediaan akses ketenagalistrikan adalah pengamalan sila ke 5 di mana seluruh saudara kita yang hidup di seluruh nusantara berhak dapat listrik. Namun, faktanya lebih dari 4.400 desa di daerah 3T masih belum menikmati listrik dari PLN," ujar Darmawan.

Alokasi PMN Rp 5 T
PLN sendiri sudah mendapatkan Rp 5 triliun suntikan modal negara, Darmawan mengakui uang sebesar itu sudah diterima dalam dua tahap di bulan Oktober kemarin.

Dari total Rp 5 triliun, Darmawan memaparkan ada 3 alokasi utama yang disalurkan PLN. Pertama fungsi pembangkit EBT di daerah 3T sebesar Rp 220 miliar, kedua untuk transmisi dan gardu induk di daerah 3T sebesar Rp 2,56 triliun, dan ketiga untuk distribusi dan listrik desa sebesar Rp 2,21 triliun.

"PMN dihadirkan untuk tingkatkan rasio elektrifikasi 2022. Rasio di 2021 cuma 97,26% dengan adanya PMN meningkat 97,49%, ini di Oktober 2022. Kemudian akan meningkat jadi 97,53% di 2022 Desember," papar Darmawan.

"Sementara untuk rasio desa listrik PLN tahun 2021 sebesar 90,78% dengan PMN bisa meningkatkan 90,97%," katanya.



Simak Video "PLN Butuh Duit Rp 15 T Capai 100% Rasio Elektrifikasi Desa"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT