Mengintip Bakal Calon Lokasi Pabrik Nikel di Pomalaa

ADVERTISEMENT

Mengintip Bakal Calon Lokasi Pabrik Nikel di Pomalaa

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Senin, 28 Nov 2022 18:45 WIB
Lokasi Bakal Berdirinya Smelter Nikel milik Vale Indonesia
Foto: Lokasi Bakal Berdirinya Smelter Nikel milik Vale Indonesia (Shafira Cendra Arini/detikcom)
Pomalaa -

PT Vale Indonesia Tbk akan membangun kawasan industri nikel di Blok Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggar, yang digadang-gadang akan menjadi produsen nikel terbesar di dunia. Nantinya, dari sana akan dihasilkan lithium sebagai salah satu bahan pembuat baterai kendaraan listrik.

Proyek Blok Pomala seluas 20 hektar inu merupakan buah kerja sama PT Vale dengan perusahaan asal China,Zhejiang Huayou Cobalt Company. Nantinya akan dibangun area tambang nikel, smelter atau pabrik nikel berteknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL), serta port atau pelabuhan. Setelah beroperasi, diperkirakan pabriknya dapat menghasilkan 120.000 ton nikel per tahunnya.

Tim detikcom berkesempatan untuk menyambangi langsung lokasi pembangunan tambang nikel, Minggu (27/11/2022). Untuk menuju ke area tambang, dibutuhkan waktu yang cukup lama mengingat jarak dari pintu depan ke lokasinya lebih dari 5 km. Terpantau seluruh area Blok Pomalaa ini diselimuti tanah berwarna kemerahan khas area nikel.

Infrastruktur jalannya telah terbentuk sehingga bisa dilalui kendaraan. Keamanannya pun juga sangat ketat mengingat area ini merupakan kawasan industri pertambangan, di mana mobilisasi harus didampingi mobil keamanan, disertai dengan pengunjung yang harus mengenakan alat pelindung diri (APD).

Setelah tiba di lokasi tambang, nampak sejumlah alat berat terpakir, dari mulai excavator hingga truk. Terlihat pula beberapa gundukan tanah beserta tenda-tenda, tanda prosea persiapan pembangunan telah dilangsungkan.

Head of Communication Vale Indonesia, Bayu Aji mengatakan, luas area tambang atau mind development berada di kisaran 36 hektar. Area ini kini tengah dalam tahap pre-mining atau persiapan penambangan.

"Kita nggak mungkin kalau pabriknya belum jadi, nggak mungkin kita nambang. Makanya saat ini kita lagi di tahap pre-mining," kata Bayu kepada media, di Kolaka, Sulawesi Tenggara, Senin (28/11/2022).

Bersambung ke halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT