PLN Minta Modal Negara Lagi Rp 10 T Tahun Depan, Buat Apa?

ADVERTISEMENT

PLN Minta Modal Negara Lagi Rp 10 T Tahun Depan, Buat Apa?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 29 Nov 2022 07:15 WIB
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo/Foto: Dok. PLN
Jakarta -

PT PLN (Persero) masih meminta suntikan penyertaan modal negara (PMN) sebanyak Rp 10 triliun tahun depan. Uang sebesar itu bakal digunakan untuk memberikan setrum ke daerah 3T alias daerah terluar, terdepan, dan tertinggal.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan uang sebesar itu bakal digunakan untuk membangun pembangkit listrik yang menggunakan energi baru terbarukan (EBT), transmisi gardu induk, hingga sarana distribusi kelistrikan. Tahun ini, PLN sudah mendapatkan PMN Rp 5 triliun dengan tujuan yang sama, memberikan setrum ke daerah 3T.

"Bila tahun ini kami dapat Rp 5 triliun, kami juga ajukan Rp 10 triliun di 2023," kata Darmawan dalam rapat kerja dengan Komisi VI, Jakarta, Senin (28/10/2022).

Rincian alokasi biaya dari total PMN Rp 10 triliun adalah sebagai berikut, pertama sekitar Rp 1,74 triliun dari PMN akan digunakan untuk membangun pembangunan pembangkit listrik energi terbarukan. Dalam paparannya akan ada pembangkit tenaga air, tenaga surya, tenaga panas bumi, dan tenaga mikrohidro.

Kedua, untuk fungsi transmisi dan gardu induk sebesar Rp 3,78 triliun. Terakhir, untuk fungsi distribusi kelistrikan khususnya ke desa-desa mencapai Rp 4,48 triliun.

Ribuan Desa Masih Gelap Gulita

Dengan PMN ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan rasio elektrifikasi. Darmawan menyatakan sejauh ini masih ada ribuan desa yang gelap gulita alias belum tersambung listrik.

"Penyediaan akses ketenagalistrikan adalah pengamalan sila ke-5 di mana seluruh saudara kita yang hidup di seluruh nusantara berhak dapat listrik. Namun, faktanya lebih dari 4.400 desa di daerah 3T masih belum menikmati listrik dari PLN," ujar Darmawan.

Datanya, Darmawan memaparkan hingga Oktober 2022 rasio elektrifikasi nasional mencapai 97,49%, dengan PMN akan menjadi 97,81% di tahun 2023. Sementara rasio desa berlistrik baru mencapai 90,97% di Oktober 2022, dengan PMN akan meningkat di 2023 menjadi 93,88%.

Alokasi PMN 2022 Rp 5 T

Tahun ini, PLN sudah mendapatkan Rp 5 triliun suntikan modal negara. Darmawan mengakui uang sebesar itu sudah diterima 100% dalam dua tahap pada Oktober kemarin. Hanya saja, PLN baru bisa memanfaatkan dana sebesar itu dengan capaian 57%, nominalnya sekitar Rp 2,87 triliun.

"Prognosa penyerapan pada akhir 2022 senilai Rp 2,87 triliun atau setara dengan 57% dan selebihnya kan diserap di tahun berikutnya," papar Darmawan.

Dari total Rp 5 triliun, Darmawan memaparkan ada tiga alokasi utama yang disalurkan PLN. Pertama fungsi pembangkit EBT di daerah 3T sebesar Rp 220 miliar. Ada pembangkitan listrik tenaga surya dan panas bumi yang dibuat.

Kedua untuk transmisi dan gardu induk di daerah 3T sebesar Rp 2,56 triliun, dan ketiga untuk distribusi dan listrik desa sebesar Rp 2,21 triliun.



Simak Video "Cerita Dirut PLN Soal Perjalanan Transformasi Sistem Pelayanan"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT