Ekspor Bauksit Mau Dilarang Tahun Depan, Begini Persiapan Holding Tambang

ADVERTISEMENT

Ekspor Bauksit Mau Dilarang Tahun Depan, Begini Persiapan Holding Tambang

Almadinah Putri Brilian - detikFinance
Rabu, 30 Nov 2022 16:37 WIB
A miner uses a hammer to crush rocks with ore at Tierra Amarilla town, near Copiapo city, north of Santiago, Chile, December 16, 2015. As copper prices have slid to a more than six-year low, miners laboring away at the countless smaller mines that pock mark the Atacama desert are finding the buckets of ore they spend all day digging from the ground are fetching less and less money.   Picture taken December 16, 2015. REUTERS/Ivan Alvarado
Ilustrasi/Foto: REUTERS/Ivan Alvarado
Jakarta -

Pemerintah akan melarang ekspor bauksit pada tahun depan. Peraturan Menteri ESDM No 17 tahun 2020 hanya mengizinkan ekspor bauksit paling lama hanya sampai 10 Juni 2023.

Menyikapi hal ini, BUMN Holding Pertambangan, MIND ID mendukung keputusan ini. Holding Pertambangan ini pun menyiapkan strategi agar kinerja perusahaan tak terganggu.

"Bagian dari langkah hilirisasi industri tambang untuk meningkatkan nilai tambah. Selain itu siap menggandeng mitra strategis," kata Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santosa dalam acara The 1st Minerals Mining Industry, seperti dalam keterangan tertulis, Kamis (30/11/2022).

Bauksit merupakan bahan mentah yang diolah menjadi Smelter Grade Alumina (SGA) dan selanjutnya menghasilkan alumunium ingot.

Dikatakan Hendi, proyeksi permintaan alumunium domestik pada 2030 mencapai 1,2 juta ton. Saat ini terdapat selisih per tahun (KTA) untuk alumunium primer antara produksi Inalum as-is dan permintaan domestik.

"Selain itu terdapat peluang untuk memenuhi permintaan aluminium sekunder baik domestik maupun global yang pertumbuhannya lebih tinggi dibanding aluminium primer," ujarnya.

Sebagai gambarannya, nilai jual untuk 1 ton bauksit sekitar US$31. Sedangkan harga alumina untuk 0,30 ton mencapai US$118,8 atau ada kenaikan nilai mencapai 3,8 kali. Jika diolah kembali menjadi alumunium (150 kg) dengan harga jual sebesar US$465 atau naik 4,1 kali.

Pada tingkat global, pertumbuhan konsumsi paling tinggi adalah produk castings dan wire and cables. Sektor transport, consumer durables, dan electrical memiliki proyeksi pertumbuhan yang paling tinggi karena didorong oleh subsitusi material dan kebutuhan industri besar masa depan seperti electrical vehicle (EV).

Adapun untuk integrasi rantai nilai bauksit-aluminium MIND ID sendiri, pertambangan bauksit ada di PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melalui North Blok yaitu Mempawah, Landak, BEI, GK, dan DK. Serta South Block yaitu Tayan, Munggu Pasir, dan MCU.

Selanjut proses refining (pengilangan) hingga smelting dilakukan bersama Antam dan PT Inalum dengan komposisi 40%:60%.

Dalam hilirisasi aluminium, Hendi menggarisbawahi faktor-faktor kritikal yang menjadi tantangan kebijakan ini.

Pertama, kebutuhan listrik. Listrik adalah faktor utama idustri aluminium. Biaya listrik jangka panjang yang rendah akan menjadi competitive advantage industri aluminium di Indonesia untuk proyek peningkatan produksi.

Kedua, belanja modal (capex). Pemilihan teknologi yang optimal disesuaikan dengan peta jalan produk yang kritis. Asumsi penggunaan teknologi EGA saat ini.

Ketiga, advokasi kebijakan. Terutama terkait dukungan pengembangan industri lokal misalnya biaya tanah, hambatan tarif dan non-tarif, potongan pajak, dan akses ke tenaga air & dukungan tarif listrik rendah.

Keempat, pengembangan. Mingkatkan segmen bisnis yang menarik akan meningkatkan profil pengembalian.



Simak Video "Said Iqbal Puji Jokowi Setop Ekspor Bauksit: Dahsyat, Keren Itu!"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT