Lantik Jajaran SKK Migas Baru, Menteri ESDM Ingatkan Lifting Belum Capai Target!

ADVERTISEMENT

Lantik Jajaran SKK Migas Baru, Menteri ESDM Ingatkan Lifting Belum Capai Target!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 05 Des 2022 16:20 WIB
SKK Migas
Foto: Fadhly F Rachman
Jakarta -

Menteri ESDM Arifin Tasrif hari ini melantik jajaran pejabat baru di lingkungan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas. Dalam acara pelantikan itu Arifin mewanti-wanti jajaran SKK Migas baru soal capaian lifting migas yang jauh di bawah target.

Bahkan, Arifin buka-bukaan data soal jumlah lifting migas terkini yang masih berada di bawah target pada APBN 2022. Dia mengungkapkan produksi minyak saat ini baru mencapai 618 ribu barel per hari, masih jauh dari target APBN yang mencapai 703 ribu barel per hari.

"Saat ini realisasi lifting migas masih di bawah target APBN, sehingga dampaknya berat ke APBN kita," ungkap Arifin dalam pelantikan yang juga disiarkan virtual, Senin (5/12/2022).

Meski produksi minyak masih jauh dari target, menurut Arifin, produksi gas sudah bisa melewati target APBN. Terkini realisasi gas sudah sebesar 6553 MMSCFD, melebihi target 5.800 MMSCFD.

Arifin meminta jajaran SKK Migas yang baru dan perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Migas berupaya meningkatkan lifting migas nasional. Dia meminta lebih banyak pengeboran dilakukan dan melakukan inovasi produksi lifting migas dilakukan.

Setidaknya, Arifin meminta apabila peningkatan migas tak bisa dilakukan, jangan sampai penurunan produksi terjadi. Dia meminta agar penutupan sumur migas yang tidak direncanakan bisa dikurangi.

"Meskipun dihadapkan penurunan produksi kami minta produksi ini dijaga, kurangi tindakan shut down yang tidak direncanakan," kata Arifin.

Krisis Energi

Arifin juga mengingatkan semua pihak bahwa ancaman krisis ekonomi hingga energi masih membayangi Indonesia. Dia meminta SKK Migas dan semua perusahaan KKKS Migas bisa tetap menyediakan energi bagi masyarakat.

"Kita ketahui dunia dihadapkan krisis. Krisis energi, krisis keuangan, krisis pangan, dan krisis geopolitik. Ini bisa berdampak juga ke negara kita, ini jadi tantangan dihadapi bersama. Kita mesti cari peluang agar Indonesia mampu sediakan energi untuk masyarakat dengan harga terjangkau," ungkap Arifin.

Di sisi lain, Arifin mengingatkan potensi sumber daya alam di Indonesia tak kalah hebatnya. Masalahnya sekarang adalah bagaimana cara agar kekayaan sumber daya alam itu bisa dimanfaatkan dengan baik.

"Kita bisa bangkit dalam tingkatkan kesejahteraan masyarakat karena kita punya potensi sumber daya yang besar, maka perlu strategi inovasi dan kebijakan yang tepat agar kebutuhan energi bisa dipenuhi," pungkas Arifin.

(hal/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT