Penjualan BBM Umum Turun, Ternyata Ini Penyebabnya

ADVERTISEMENT

Penjualan BBM Umum Turun, Ternyata Ini Penyebabnya

Ilyas Fadilah - detikFinance
Kamis, 08 Des 2022 20:18 WIB
Kebijakan menggunakan MyPertamina untuk beli bensin subsidi mengundang beragam tanggapan. Seperti di Denpasar, warga merasa resah jika kebijakan itu mulai berlaku nantinya, Minggu, 3/7/2022.
Foto: Ni Made Lastri Karsiani Putri/detikBali
Jakarta -

Penyaluran Jenis BBM Umum (JBU) menurun. Tahun ini volume penjualan JBU per September 2022 adalah 23,05 juta KL.

Angka ini cukup jauh dibandingkan tahun 2020 dan 2021. Tahun 2020 realisasi volume penjualan JBU adalah 46,33 juta KL. Sementara di 2021 mencapai 44,36 juta KL.

"Untuk volume penjualan jenis BBM umum atau JBU ke konsumen akhir pada tahun 2020 sebesar 46,33 juta KL, tahun 2022 sebesar 44,36 juta KL. Sampai dengan September 2022, realisasi dari JBU adalah sebesar 23,058 juta KL," kata Kepala BPH Migas, Erika Retnowati, dalam RDP dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (8/12/2022).

Sebagai informasi, JBU adalah BBM yang tidak disubsidi, seperti Pertamax Series, Pertamina Dex, Dexlite, dan lainnya. Erika menjelaskan, penurunan JBU disebabkan karena peralihan Pertalite dari JBU menjadi Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP).

"Penurunan volume penjualan ini disebabkan adanya peralihan Pertalite yang sebelumnya adalah JBU menjadi Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) mulai Juni 2021," tambahnya.

Namun Erika memprediksi penjualan JBU tahun depan akan meningkat. Apalagi jika pembatasan pembelian Pertalite menggunakan MyPertamina jadi diterapkan.

"Ya pasti ada pertumbuhan ya, pasti ada peningkatan sih (jika ada pembatasan)," kata Erika.

Ia berharap rencana pembatasan pembelian Pertalite bisa rampung tahun depan. Adapun revisi Perpres 191 Tahun 2014 yang mengatur hal ini masih dalam pembahasan.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT