Pertamina Bahas Isu Transisi Energi Bareng Pakar & Pelaku Usaha

ADVERTISEMENT

Pertamina Bahas Isu Transisi Energi Bareng Pakar & Pelaku Usaha

Yudistira Imandiar - detikFinance
Jumat, 09 Des 2022 10:24 WIB
Pertamina
Foto: Pertamina
Jakarta -

Sejumlah isu transisi energi dibahas Pertamina bersama para pakar dan berbagai pihak terkait. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik akan urgensi peralihan energi konvensional ke energi bersih.

Diskusi transisi energi itu berlangsung dalam kegiatan 'Pertamina Energy Webinar' bertema 'Crafting the Pathway of Energy Transition in Indonesia' di Ballroom Grha Pertamina, Rabu (7/12). PEW 2022 merupakan acara tahunan Pertamina yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik dan mendorong diskusi di tingkat tertinggi mengenai isu-isu terkait energi, baik secara lokal maupun global.

Forum ini menghadirkan pembicara dari beragam latar belakang, antara lain dari pemerintahan, pengamat dan pakar energi, pelaku usaha, serta pembicara internal dari Holding dan Sub Holding Pertamina.

Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha (SPPU) Pertamina A Salyadi Saputra mengatakan selama tiga bulan terakhir Pertamina terus menggaungkan semangat transisi energi dengan melaksanakan dua event besar, yakni B20 dan G20 di Bali. Dua event besar itu mengangkat topik soal transisi energi.

"Tujuannya yakni bagaimana kita dapat mendekarbonisasi energi, menyelamatkan planet kita, dan generasi penerus kita," kata Salyadi dikutip dalam keterangan tertulis, Jumat (9/12/2022).

Salyadi menambahkan ada dua sesi diskusi yang dilaksanakan, pertama membahas tantangan dan peluang transisi energi di Indonesia melalui diskusi panel mengenai orkestrasi transisi energi di Indonesia, dan kedua berupa paparan mengenai kesiapan Pertamina dalam transisi energi dan komitmen pencapaian target NZE.

"Pertamina sebagai perusahaan energi nasional berkomitmen untuk terus mendukung target pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission nasional pada 2060 atau lebih cepat.

Komitmen NZE Pertamina diwujudkan dengan pengembangan dan penyusunan Peta Jalan NZE Pertamina yang mencakup strategi dekarbonisasi dan pengembangan bisnis baru berbasis clean and green energy," tutur Salyadi.

Pada kegiatan itu, Pertamina juga meluncurkan Pertamina Energy Outlook (PEO) 2022 yang mengkaji proyeksi kebutuhan energi Indonesia sampai dengan tahun 2060. Terdapat tiga perspektif skenario dalam Energy Outlook, yaitu mengacu pada peningkatan temperatur dunia pada tahun 2100 yang mencapai sekitar 3°C (Low Transition), 2.4°C (Market Driven), dan 1.7°C (Green Transition) di atas temperatur rata-rata dunia pada era pra-industri.

Salyadi menyampaikan penyusunan PEO 2022 ini juga telah mempertimbangkan aspek fundamental ekonomi dan pertumbuhan penduduk. Termasuk juga arah pembangunan ekonomi nasional, pengembangan sumber daya, ketahanan terhadap iklim, serta pemanfaatan teknologi hijau dan sumber energi bersih.

Hasil kajian PEO 2022 memberikan rekomendasi akan perlunya pengembangan dan penyelarasan peta jalan ekonomi dan energi nasional, penguatan ketahanan dan keamanan energi nasional serta percepatan transisi energi di sisi pengguna.

Hasil kajian dalam PEO 2022, ungkap Salyadi, dapat menjadi salah satu rujukan dan memberikan kontribusi positif untuk para penyusun kebijakan, pelaku bisnis, investor, peneliti serta pembaca lainnya mengenai kemungkinan-kemungkinan perkembangan energi Indonesia di masa mendatang. Termasuk di antaranya peningkatan ekosistem kendaraan listrik, penggunaan EBT yang semakin meningkat maupun penggunaan energi alternatif dan hidrogen dan lainnya.



Simak Video "Indonesia Menuju Transisi Energi"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT