10 Pekerja Tewas, Begini Kronologi Ledakan Tambang Batu Bara di Sawahlunto

ADVERTISEMENT

10 Pekerja Tewas, Begini Kronologi Ledakan Tambang Batu Bara di Sawahlunto

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 09 Des 2022 21:26 WIB
Ledakan Tambang Batu Bara di Sawahlunto
Ledakan tambang batu bara di Sawahlunto makan korban 10 pekerja tewas/Foto: ANTARA FOTO/Derky Azmadi
Jakarta -

Telah terjadi ledakan tambang di Sawahlunto pada Jumat (9/12/2022) pukul 08.50 WIB. Mengutip dari keterangan tertulis Kementerian ESDM, ledakan terjadi pada lubang nomor DC 02 tambang batu bara bawah tanah PT Nusa Alam Lestari.

Kegiatan tambang tersebut mengantongi Izin Usaha Pertambangan Batubara Nomor SK IUP OP No.570/1338-Periz/DPM-PTSP/VII/2020, tanggal 6 Juli 2020, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.

Bagaimana kronologi peristiwa tersebut? Menurut catatan Kementerian ESDM Ledakan terjadi pada awal shift kerja dimana sudah terdapat 14 orang pekerja tambang yang berada di lubang tambang. Pada 9 Desember 2022 pukul 17.50 WIB, proses evakuasi sudah berhasil dilakukan terhadap 14 orang.

Rincian kondisi korban, 3 orang pekerja tambang mengalami luka ringan, 1 orang pekerja tambang mengalami luka bakar dan sudah dilakukan penanganan di RSUD Kota Sawahlunto.

Sedangkan 10 orang pekerja tambang dinyatakan meninggal dunia.

"Jenazah 10 orang pekerja tambang tersebut sudah dibawa ke RSUD Kota Sawahlunto. Proses evakuasi tersebut dilakukan oleh tim PT Nusa Alam Lestari bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sawahlunto, BASARNAS, Balai Diklat Tambang Bawah Tanah Sawahlunto Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Sawahlunto, TNI, dan Kepolisian Republik Indonesia," terang Dirjen Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin, dalam keterangan tertulis, Jumat (9/12/2022).
.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun segera menghentikan kegiatan operasional tambang tersebut.

"Seluruh kegiatan operasional di site PT Nusa Alam Lestari sudah dihentikan sementara, sampai hasil investigasi kecelakaan tambang berakibat mati telah seluruhnya ditindaklanjuti, dan/atau kegiatan operasional dapat dilaksanakan dengan aman," ujar Ridwan.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT