Jokowi Pastikan Setop Ekspor Bauksit dan Tembaga Tahun Ini!

ADVERTISEMENT

Jokowi Pastikan Setop Ekspor Bauksit dan Tembaga Tahun Ini!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 11 Jan 2023 06:30 WIB
Presiden Jokowi di HUT ke-50 PDIP
Foto: Presiden Jokowi di HUT ke-50 PDIP. (Dok. PDIP)
Jakarta -

Penerapan pembatasan ekspor mineral mentah terus dilakukan pemerintah. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan tahun ini bakal ada dua komoditas yang dilarang untuk diekspor.

Setelah sebelumnya mengumumkan akan melarang ekspor bauksit pada akhir Desember 2022 lalu, Jokowi juga menyatakan akan menghentikan ekspor tembaga tahun ini.

"Meski ditakuti masalah nikel kalah di WTO kita tetap terus, justru kita tambah setop bauksit. Kemudian tengah tahun kita tambah akan setop tembaga," sebut Jokowi dalam Peringatan HUT PDIP ke-50 yang disiarkan virtual, Selasa (10/1/2023).

Bila dikilas balik, Jokowi sudah melarang ekspor untuk komoditas nikel sejak Januari 2020. Langkah ini bahkan sampai digugat oleh Uni Eropa di World Trade Organization (WTO).

Paling baru, Jokowi juga menyetop ekspor bauksit, pengumuman dilakukan pada akhir Desember 2022 kemarin. Namun, bauksit efektif dihentikan ekspornya mulai Juni 2023. Masih ada timah yang seringkali disebut Jokowi bakal dilarang untuk diekspor juga.

Jokowi menuturkan Indonesia punya pekerjaan rumah besar untuk membangun sebuah sistem agar hilirisasi mineral mentah bisa terintegrasi. Produksi barang jadi ataupun setengah jadi dari komoditas tersebut wajib dilakukan di dalam negeri, sehingga bisa memberikan nilai tambah dan juga pembukaan lapangan kerja baru.

"Semua harus terintegrasi sehingga nantinya ini menjadi ekosistem bagi kendaraan listrik karena seluruh negara membutuhkan. Tahapannya masuk ke baterai listrik dulu," pungkas Jokowi

Keuntungan Berlipat Larang Ekspor

Sebagai perbandingan saja, Jokowi memaparkan dengan melarang ekspor nikel, Indonesia menjadi lebih untung. Saat nikel mentah diekspor negara cuma untung Rp 17 triliun, namun saat olahan nikel yang diekspor negara bisa untung Rp 360 triliun.

"Nikel yang setop ekspor 3 tahun lalu, waktu masih mentah nilainya hanya Rp 17 triliun, setelah disetop 3 tahun ini, setahun bisa hasilkan Rp 360 triliun," ujar Jokowi.

Sementara itu, untuk komoditas bauksit, bila ekspor dilarang dan pemerintah melakukan hilirisasi, keuntungannya juga tak kalah besar. Tanpa larangan ekspor bauksit mentah per tahun Indonesia cuma untung Rp 20 triliun. Dengan larangan ekspor dan hilirisasi bisa meningkat hingga Rp 70 triliun.

"Kita industrilisasikan (bauksit) di dalam negeri, perkiraan kita dari Rp 20 (triliun) kurang lebih akan jadi Rp 60-70 trilun," ungkap Jokowi.

(hal/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT