Biang Kerok Kebakaran Tangki PetroChina di Jambi Masih Misterius

ADVERTISEMENT

Biang Kerok Kebakaran Tangki PetroChina di Jambi Masih Misterius

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 12 Jan 2023 06:30 WIB
Ilustrasi Kebakaran
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Sejumlah pihak masih melakukan investigasi untuk mencari penyebab kebakaran di tangki minyak PetroChina di Jambi. Penyebab pasti kebakaran tersebut belum diketahui, namun sudah ada temuan-temuan awal.

Terkait kebakaran ini, Kementerian ESDM langsung menurunkan inspektur migas untuk mencari penyebab kebakaran tangki minyak PetroChina di Jambi.

"Kementerian ESDM langsung menerjunkan Inspektur Migas ke lokasi kejadian kebakaran Rig Bohai-85 di sumur WBD-7 Wilayah Kerja PetroChina International Jabung Ltd. Saat ini, Tim Inspektur Migas masih terus melakukan investigasi untuk mencari fakta dan penyebab kejadian tersebut," kata Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Kementerian ESDM, Mirza Mahendra kepada detikcom, Rabu (11/1/2023).

Mirza mengatakan, dari hasil investigasi awal ditemukan kebakaran tersebut diawali saat asisten elektrik menyalakan power shale shaker. Kemudian, terjadi percikan api yang mengenai lapisan minyak di atas tangki lumpur.

"Hasil investigasi awal bahwa kejadian kebakaran diawali saat asisten elektrik menyalakan power shale shaker, kemudian terjadi percikan api yang mengenai lapisan minyak di atas tangki lumpur sehingga terjadi kebakaran. Kemudian telah diambil tindakan pemadaman api menggunakan fire pump, dan sumur di shut-in sementara," jelasnya.

Jelasnya, api berhasil dipadamkan dalam waktu 15 menit. Kebakaran itu menimbulkan korban yakni 2 orang luka bakar dan 1 orang luka ringan.

"Kebakaran berhasil dipadamkan oleh tim fire fighting dalam waktu 15 menit. Terdapat 2 orang korban luka bakar (telah dilakukan penanganan medis di rumah sakit) dan 1 orang korban dengan luka ringan sudah diperbolehkan kembali pulang pada tanggal 10 Januari lalu," ungkapnya.

Lebih lanjut, investigasi terkait kebakaran itu hingga saat ini masih berlanjut. "Investigasi masih berlanjut dan akan dilaporkan secara lengkap setelah investigasi selesai," kata Mirza.

Sementara, SKK Migas memastikan produksi minyak dan gas di Wilayah Kerja (WK) Jabung masih berlangsung normal. Kegiatan produksi tidak terpengaruh oleh insiden kebakaran tangki minyak.

"SKK Migas bersama PetroChina memastikan kegiatan produksi minyak dan gas di Wilayah Kerja Jabung masih berlangsung normal," kata Plt Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Mohammad Kemal kepada detikcom.

Dia mengatakan, hingga saat ini penyebab kebakaran tangki minyak masih diinvestigasi. Investigasi ini dilakukan SKK Migas bersama dengan PetroChina dan perusahaan jasa pengeboran.

"Penyebab kecelakaan kerja saat ini tengah diinvestigasi oleh SKK Migas, PetroChina, dan perusahaan jasa pengeboran," terangnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, SKK Migas telah menerima laporan kecelakaan kerja di Rig Bohai-85. Laporan awal menginformasi terdapat 3 orang pekerja mengalami luka-luka.

"Saat ini SKK Migas bersama PetroChina sedang berkoordinasi untuk mendalami dan menginvestigasi penyebab kecelakaan kerja tersebut," ujarnya.

Dia mengatakan, satu pekerja yang terluka diizinkan menjalani rawat jalan. Sementara, dua lainnya menjalani perawatan secara intensif di Rumah Sakit Jambi. "SKK Migas memastikan seluruh pekerja yang terluka telah mendapatkan penanganan medis yang maksimal," katanya.



Simak Video "Kebakaran Hebat Melanda Kilang Minyak di Irak"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT