Ekspornya Mau Disetop Jokowi, Cadangan Tembaga RI Terbesar ke-7 di Dunia!

ADVERTISEMENT

Ekspornya Mau Disetop Jokowi, Cadangan Tembaga RI Terbesar ke-7 di Dunia!

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 12 Jan 2023 14:23 WIB
PT Freeport Indonesia melakukan eksplorasi, menambang, dan memproses bijih yang mengandung tembaga, emas, dan perak di daerah dataran tinggi di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, Indonesia.
Tambang tembaga milik Freeport IndonesiaFoto: Alfito Deannova Ginting
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan akan menyetop ekspor tembaga pada pertengahan tahun ini. Rencana tersebut disampaikan Jokowi, setelah sebelumnya mengumumkan akan menyetop ekspor bauksit di Juni 2023.

"Meski ditakuti masalah nikel kalah di WTO kita tetap terus, justru kita tambah setop bauksit. Kemudian tengah tahun kita tambah akan setop tembaga," sebut Jokowi dalam Peringatan HUT PDIP ke-50, Selasa (10/1) lalu.

Bicara mengenai tembaga, Indonesia bisa dibilang memiliki potensi yang besar. Bahkan, potensi tembaga Indonesia salah satu terbesar di dunia.

Dikutip dari Booklet Tambang Tembaga 2020 yang mengolah data USGS 2020, Kamis (12/1/2023), total cadangan tembaga dunia sebesar 871 juta ton. Indonesia merupakan negara yang memiliki cadangan tembaga terbesar ke-7 di dunia yang artinya berperan penting dalam penyediaan bahan baku tembaga dunia. Indonesia memiliki porsi 3% cadangan tembaga dunia atau sebanyak 28 juta ton.

Sementara itu, cadangan terbesar dunia yakni Chili dengan porsi 23%. Kemudian disusul Peru 10%, Australia 10%, Rusia 7%, Meksiko 6%, Amerika Serikat (AS) 6%.

Berikutnya, dari sumber ICSG & DBS Bank 2018 yang diolah, dengan cadangan bijih tembaga Indonesia 2,6 miliar ton dan produksi 100 juta ton per tahun, maka umur cadangan diperkirakan yakni 25 tahun atau sampai 2045.

Itu dengan asumsi cadangan tetap dan produksi bijih dari tahun tahun 2024 tetap.

Lebih lanjut, mengacu data USGS 2020 yang diolah, Indonesia merupakan produsen tambang tembaga urutan ke-11 di dunia. Total produksi tembaga dunia di tahun 2019 tercatat 20,3 juta ton. Sementara, produksi tembaga Indonesia tercatat 340 ribu ton.

Di atas Indonesia ada Chili 5,6 juta ton, Peru 2,4 juta ton, China 1,6 juta ton, Kongo 1,3 juta ton, dan AS 1,3 juta ton.

Lalu, ada Australia 960 ribu ton, Zambia 790 ribu ton, Meksiko 770 ribu ton, Rusia 750 ribu ton, dan Kazakhstan 700 ribu ton.

Simak juga video 'Jokowi Bakal Umumkan Setop Ekspor Bahan Mentah Baru Hari Ini':

[Gambas:Video 20detik]



(acd/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT