Investasi Hulu Migas Tembus Rp 182 T, Tertinggi Sejak 2016

ADVERTISEMENT

Investasi Hulu Migas Tembus Rp 182 T, Tertinggi Sejak 2016

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 18 Jan 2023 21:30 WIB
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto/Foto: Dok. SKK Migas
Jakarta -

SKK Migas mencatat realisasi investasi hulu migas pada 2022 tembus US$ 12,3 miliar atau setara Rp 182 triliun. Menurut SKK Migas, realisasi investasi ini tertinggi dalam kurun waktu 7 tahun terakhir atau sejak 2016.

Realisasi investasi hulu migas 2022 yang mencapai US$ 12,3 miliar ini lebih tinggi dibanding tahun 2021 sebesar S$ 10,9 miliar. Capaian Investasi 2022 juga telah melampaui investasi hulu migas sebelum pandemi COVID-19 di tahun 2019 yang tercatat sebesar US$ 11,7 miliar.

Kinerja investasi hulu migas nasional di tahun 2022 yang naik 13% dibandingkan tahun lalu juga tercatat lebih baik dibandingkan rata-rata kenaikan investasi global yang hanya naik sebesar 5%.

"Realisasi investasi hulu migas tahun 2022 yang merupakan tertinggi dalam 7 (tujuh) tahun terakhir sejak 2016 menunjukkan upaya meningkatkan iklim investasi sektor hulu migas telah menunjukkan kemajuan dan peningkatan daya saing yang signifikan," kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam keterangan tertulis, Rabu (18/1/2023).

Dwi menambahkan keberhasilan dalam meningkatkan daya saing industri hulu migas nasional yang ditandai dengan meningkatnya investasi adalah salah satu pencapaian positif dari transformasi SKK Migas yang telah dimulai sejak tahun 2019.

"Pencapaian investasi hulu migas nasional di tahun 2022 yang meningkat menunjukkan bahwa ada kepercayaan terhadap industri hulu migas nasional, bahwa industri ini akan terus berkelanjutan. Untuk tahun 2023, target investasi hulu migas sebesar US$ 15,5 miliar atau meningkat 26% dibandingkan realisasi investasi 2022 lebih tinggi dibandingkan peningkatan investasi global yang sebesar 6,5%," ujar Dwi.


Sementara, Deputi Eksplorasi Pengembangan Dan Manajemen Wilayah Kerja Benny Lubiantara menyampaikan sejak penurunan aktivitas eksplorasi akibat pandemi COVID-19 di tahun 2020, pada tahun-tahun selanjutnya aktivitas eksplorasi terus meningkat.

"Jika tahun 2020 jumlah kegiatan pengeboran sumur eksplorasi sebanyak 21 sumur dengan nilai investasi US$ 0,5 miliar, maka di tahun 2022 sudah meningkat menjadi 30 pengeboran sumur eksplorasi dengan nilai investasi US$ 0,8 miliar. Target tahun 2023 sebesar US$ 1,7 miliar untuk 57 pengeboran sumur eksplorasi", kata Benny.

Deputi Eksploitasi Wahju Wibowo menyampaikan kegiatan pengeboran sumur pengembangan, workover dan well service meningkat. Kegiatan pengeboran sumur pengembangan terealisasi 760 sumur lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 sebanyak 480 sumur atau meningkat 158%. Jumlah pengeboran sumur pengembangan tahun 2022 adalah terbanyak dalam 8 tahun terakhir sejak 2015.

(acd/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT