Usul Harga Pertamax cs Diumumkan Seminggu Sekali, Wamen BUMN Ungkap Alasannya

ADVERTISEMENT

Usul Harga Pertamax cs Diumumkan Seminggu Sekali, Wamen BUMN Ungkap Alasannya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 24 Jan 2023 18:30 WIB
Turun Harga, Pertamax Jadi BBM Ron 92 Paling Murah Lho di Indonesia
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Kementerian BUMN mengusulkan harga BBM non subsidi atau jenis BBM umum (JBU) diumumkan seminggu sekali. Saat ini, perubahan harga BBM non subsidi terjadi dan diumumkan sebulan sekali.

Wakil Menteri BUMN Pahala N Mansury mengatakan, pihaknya ingin harga BBM non subsidi seperti Pertamax cs diumumkan seminggu sekali karena sangat tergantung dengan harga minyak dunia.

"Ini kan sesuai arahan Pak Erick, dan juga Pak Menteri ESDM bagaimana kita bisa melihat bahwa harga BBM itu kan sangat tergantung sama harga minyak dunia khususnya adalah jenis BBM yang memang tidak termasuk dalam jenis BBM khusus, JBKP ataupun JBT," katanya di Kompleks DPR Jakarta, Selasa (24/1/2023).

Menurutnya, hal ini mesti disosialisasikan kepada masyarakat. Dia mengatakan, perubahan harga BBM merupakan konsekuensi dari perubahan harga minyak dunia.

"Ini yang memang kita bagaimana kita melakukan sosialisasi pemahaman kepada masyarakat mengenai penyesuaian harga ya memang kalau dulu misalnya penyesuaiannya ke atas saat ini bisa disesuaikan ke bawah. Tapi nanti kalau misalnya ke atas lagi tentunya bagian konsekuensi ini," terangnya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Arifin Tasrif memberikan 'lampu hijau' terhadap usulan Menteri BUMN Erick Thohir yang ingin agar harga BBM non subsidi diumumkan tiap pekan. Menurut Arifin, hal itu bagus karena harga minyak mentah dunia berubah tiap hari.

Sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa harga minyak mentah sebagai penyebab perubahan harga BBM.

"Saya rasa bagus-bagus aja, karena perkembangan harga minyak mentahnya juga kan tiap hari. Jadi untuk membiasakan juga masyarakat biar tahu bahwa ini penyebabnya adalah harga minyak internasional," katanya di Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (6/1/).

Menurutnya, hal itu sebagaimana ada di luar negeri. Ia pun mengkonfirmasi ada rencana untuk menerapkan hal tersebut. "Ya (ada rencana)," ujarnya.

Namun, Arifin belum memberikan kepastian kapan hal itu diterapkan. Saat ditanya apakah peraturan terkait hal tersebut akan diubah, Arifin bilang akan melakukan penyesuaian.

"Ya kita kan menyesuaikan supaya masyarakat aware bahwa kita kan tergantung daripada impor crude. Harga crude kan tiap hari berubah," ujarnya.

(acd/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT