China Garap Proyek Nikel di RI Rp 23 Triliun

China Garap Proyek Nikel di RI Rp 23 Triliun

Heri Purnomo - detikFinance
Jumat, 29 Agu 2025 07:30 WIB
Hasil Nikel dari Harita Nikel di Pulau Obi
Ilustrasi/Nikel/Foto: Achmad Dwi/Detikcom
Jakarta -

Perusahaan China, GEM Limited berencana menggarap proyek hilirisasi nikel di Indonesia. GEM Limited akan bekerja sama dengan BPI Danantara dan PT Vale Indonesia Tbk dengan nilai investasi US$ 1,42 miliar atau Rp 23,2 triliun.

Kerja sama tersebut diwujudkan lewat penandatanganan Head of Agreement (HoA) antara Danantara dan GEM Limited. Fasilitas yang dibangun berupa peleburan High-Pressure Acid Leach (HPAL) dengan kapasitas 66.000 ton nikel dalam endapan hidroksida campuran (MHP) per tahun.

CEO Danantara Rosan Roeslani menyebut kolaborasi dengan GEM menjadi tonggak penting bagi upaya percepatan transformasi ekonomi Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan bekerja sama dengan pelopor global dalam metalurgi hijau, kami memajukan agenda hilirisasi sekaligus memastikan keberlanjutan dan inovasi tetap menjadi yang terdepan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (28/8/2025).

Rosan menjelaskan proyek ini akan mengintegrasikan riset, energi hijau, serta daur ulang siklus tertutup untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia. GEM juga telah menyiapkan investasi US$ 30 juta atau sekitar Rp 40,9 miliar untuk mendirikan laboratorium penelitian metalurgi mutakhir bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) yang diharapkan bisa memperkuat peran Indonesia sebagai pusat penelitian dan pengembangan di sektor nikel dan baterai.

ADVERTISEMENT

Dalam lima tahun ke depan, inisiatif di Indonesia Green Industrial Park (IGIP) diproyeksikan mampu menciptakan hingga 80.000 lapangan kerja baru. Proyek ini juga bakal memperkuat rantai pasok dari nikel, material katoda, sel baterai, hingga manufaktur alat berat.

"Dirancang dengan energi hijau dan sistem daur ulang loop tertutup, proyek ini akan memperkuat daya saing industri jangka panjang Indonesia," tutur Rosan.

Sebagai informasi, GEM Limited merupakan perusahaan yang berdiri di Shenzhen pada 2001. GEM tercatat di Bursa Efek Shenzhen dan Bursa Efek Swiss, dengan lebih dari 11.000 karyawan yang tersebar di Tiongkok, Afrika Selatan, Korea, hingga Indonesia.

Simak juga Video: Prabowo Resmikan Proyek Baterai Listrik RI-China di Karawang

(rrd/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads