Jadi New Energy Materials Holding, IBC Fokus Hilirisasi Baterai

Jadi New Energy Materials Holding, IBC Fokus Hilirisasi Baterai

Diffa Rezy - detikFinance
Minggu, 31 Agu 2025 11:47 WIB
Direktur Utama Indonesia Battery Corporation (IBC), Toto Nugroho
Foto: Aulia Damayanti/detikcom
Jakarta -

ndonesia Battery Corporation (IBC) kini memiliki mandat baru sebagai New Energy Materials Investment Holding, yang memberikan tanggung jawab besar dalam memperkuat hilirisasi sumber daya mineral Indonesia menjadi bahan baku baterai. Keputusan ini disampaikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan resmi berbentuk holding untuk memperkuat investasi di sektor baterai.

Direktur Utama IBC, Toto Nugroho, menjelaskan bahwa keputusan ini didasari potensi besar aset material baterai dan mineral kritis Indonesia yang berada di bawah pengelolaan MIND ID. Seluruhnya dinilai dapat dioptimalkan menjadi beragam produk bernilai tambah.

"IBC sebagai New Energy Materials Investment Holding, Jadi Kementerian BUMN sudah memutuskan kita akan menjadi investment holding, untuk mengembangkan, melanjutkan hilirisasi sumber daya mineral menjadi bahan baku baterai," ujar Toto, dikutip dari detikFinance, Senin (17/2/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah besar ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pemegang Saham (PPS) bersama empat BUMN yakni Inalum, Antam, Pertamina, dan PLN-mengukuhkan IBC sebagai pengelola investasi strategis dalam pengolahan sumber daya kritis seperti nikel, aluminium, dan tembaga menjadi bahan baku baterai.

Ke depan, struktur New Energy Materials Holding dibagi menjadi dua bagian penting:

ADVERTISEMENT

Battery Material Sub-Holding, yang mengelola JV Smelting-Refinery, JV Precursor-Cathode, dan JV Recycling

IBC Downstream "OpCo" Sub-Holding, yang menaungi JV Cell, 2WEV (GESITS), 2WEV battery Cell-to-Pack, 2WEV BaaS (Swap Battery, Cabinet, Software), dan other potential down-stream plays.




(akd/akd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads