Indonesia mulai menjajaki pengembangan pembangkit listrik berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI). Upaya ini dilakukan lewat studi bersama antara PLN Indonesia Power (PLN IP) dan Huawei untuk mempercepat digitalisasi sektor ketenagalistrikan dan mendukung transisi energi nasional.
Kolaborasi ini mencakup penerapan AI untuk inspeksi cerdas, digitalisasi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), hingga penguatan keamanan siber. Studi percontohan akan dilakukan di PLTU Banten 3 Lontar sebagai lokasi uji kelayakan teknologi digital berbasis AI.
Kerja sama tersebut juga menyentuh integrasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk efisiensi operasional. Studi akan melibatkan aspek teknis, keselamatan, bisnis, hukum, risiko, dan lingkungan sebagai dasar pengambilan keputusan sebelum masuk ke proyek percontohan.
Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menegaskan bahwa proyek ini bukan hanya soal adopsi teknologi, tetapi juga penguatan daya saing sektor ketenagalistrikan.
"Kolaborasi dengan Huawei adalah wujud nyata transformasi digital di sektor ketenagalistrikan. Kami ingin memastikan pembangkit PLN IP tidak hanya andal, tetapi juga mengedepankan keselamatan dan efisiensi melalui teknologi terkini. Ini adalah langkah penting menuju ekosistem energi yang lebih hijau dan berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/11/2025).
PLN IP berharap studi bersama ini dapat memperkuat pondasi pengembangan pembangkit listrik cerdas yang mendukung target net zero emission dan meningkatkan keandalan pasokan listrik. Langkah ini juga sejalan dengan tujuan pemerintah dalam percepatan transisi energi dan pengurangan emisi karbon.
(fdl/fdl)