Raksasa energi Uni Emirat Arab (UEA), Mubadala Energy dan anak usaha PT PLN, PLN Energi Primer Indonesia (EPI) meneken perjanjian jual beli gas dari lapangan gas Laut Andaman. Heads of agreement (HoA) menjadi komitmen awal perjanjian jual beli gas untuk penyediaan listrik di Indonesia.
Melalui kemitraan strategis ini, Mubadala Energy dan PLN EPI akan bekerja sama untuk meningkatkan ketahanan dan keamanan energi Indonesia dengan mengoptimalkan gas bumi yang lebih bersih dan bersumber dari dalam negeri dalam rangka memastikan keandalan pasokan listrik dan transisi energi.
HoA ini menjadi dasar untuk memprioritaskan pasokan energi bagi wilayah Sumatra Utara dan Aceh, termasuk memanfaatkan potensi lapangan gas Tangkulo yang terletak sekitar 65 kilometer dari lepas pantai bagian utara Pulau Sumatra, yang memiliki cadangan gas lebih dari 2 Trillion Cubic Feet (TCF).
President Director Mubadala Energy Indonesia Abdulla Bu Ali menyampaikan kesepakatan ini menjadi penting di tengah langkah perubahan mengembangkan proyek gas Tangkulo di Laut Andaman.
"Ini juga merupakan langkah penting dalam rencana pengembangan proyek gas Tangkulo di Blok South Andaman," kata Abdulla dalam keterangannya, Minggu (30/11/2025).
Sektor energi khususnya kelistrikan di Indonesia tumbuh rata-rata 5.3% per tahun hingga 2034 sehingga membutuhkan pengembangan infrastruktur dan diversifikasi sumber pasokan demi memastikan ketahanan energi jangka panjang.
Dengan menggabungkan keahlian global dan keunggulan operasional Mubadala Energy, serta rencana pertumbuhan dan kapabilitas domestik PLN EPI, kolaborasi ini bertujuan menghadirkan solusi yang menjamin energi yang andal dan berkelanjutan bagi jutaan masyarakat Indonesia.
Hal ini sejalan dengan strategi Indonesia untuk meningkatkan keamanan energi, mengoptimalkan sumber daya domestik, dan membangun ekosistem energi yang tangguh yang sekaligus mendorong transisi energi bersih.
Direktur Utama PLN Energi Primer Indonesia Rakhmad Dewanto mengatakan pihaknya mendukung pengembangan lapangan gas baru di Indonesia dan menyambut baik pengembangan lapangan gas Tangkulo di Blok South Andaman oleh Mubadala Energy.
"Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari pengembangan portofolio pasokan gas untuk kelistrikan dalam rangka mendukung ketahanan energi dan transisi energi di Indonesia," ujar Rakhmad Dewanto.
(acd/acd)