Groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Eter (DME) akan dilakukan pada 6 Februari 2026. Hal ini disampaikan oleh CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), Rosan Roeslani.
Rosan mengatakan, pemerintah memang akan melakukan groundbreaking serentak enam proyek pada tanggal tersebut. Sayangnya, ia tidak merinci proyek mana saja yang dimaksud.
"Enam hilirisasi akan melakukan groundbreaking pada tanggal 6, rencananya 6 Februari," ujarnya saat ditemui di Kompleks DPR RI Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rosan yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM mengiyakan bahwa investor proyek itu berasal dari China. Rosan juga menyebut bahwa Danantara terlibat dalam investasi proyek-proyek hilirisasi.
Tak hanya proyek DME, groundbreaking akan dilakukan pada proyek pabrik peternakan ayam pedaging dan petelur terintegrasi. Nilai investasi proyek itu mencapai Rp 20 triliun.
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria menyatakan bahwa groundbreaking DME bakal dilakukan di salah satu BUMN tambang, yakni PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
"Awal Februari atau akhir Januari, di Bukit Asam," ujar Dony ketika ditemui di Kawasan GBK, Jakarta, Rabu (28/1).
Dony mengatakan, pemerintah berupaya mencapai swasembada energi dan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor. Proyek DME sendiri bertujuan menekan impor LPG.
"Karena kita ingin menjadi negara yang memiliki ketahanan di bidang energi. Makanya kita bikin DME. DME kenapa? Untuk menghindari terus-menerus kita mengimpor LPG," tutupnya.
Tonton juga video "Rosan Tak Mau Proyek Gasifikasi Batubara Pengganti LPG Mangkrak Lagi"
(acd/acd)










































