Minyak Dunia Meroket, Bahlil: Belum Ada Kenaikan Harga BBM Subsidi!

Minyak Dunia Meroket, Bahlil: Belum Ada Kenaikan Harga BBM Subsidi!

Heri Purnomo - detikFinance
Selasa, 03 Mar 2026 19:53 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.Foto: Heri Purnomo/detikcom
Jakarta -

Kawasan Timur Tengah makin panas seiring perang Amerika Serikat & Israel lawan Iran. Sebagai balasan, Iran langsung menutup Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur pengiriman minyak dari Timur Tengah.

Alhasil, harga minyak dunia melonjak, bahkan nyaris US$ 80/barel. Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia
kini harga minyak naik dan berada pada rentang US$ 78-80 per barel.

Angka tersebut telah melampaui asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, yakni US$ 70 per barel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Bahlil pemerintah belum memutuskan perubahan subsidi BBM meski harga minyak sudah melampaui asumsi makro dalam APBN 2026.

Artinya, Bahlil menegaskan, belum ada kenaikan harga BBM subsidi. BBM subsidi adalah bensin Pertalite, tetap Rp 10.000/liter dan Solar (Bio Solar) Rp 6.800/liter

ADVERTISEMENT

"Sampai dengan kami rapat tadi, belum ada. Jadi aman-aman saja, hari raya yang baik, puasa yang baik, InsyaAllah belum ada kenaikan harga BBM," terang Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Sementara terkait dengan BBM nonsubsidi, Bahlil mengatakan kemungkinan kenaikan harga. Pasalnya, harga BBM nonsubsidi mengikuti harga pasar.

"Tetapi kalau untuk non-subsidi, artinya harga pasar, dia akan fluktuasi berdasarkan dinamika harga pasar yang ada, yang sudah terjadi sebelumnya. Kan itu kan sudah terjadi, bukan baru sekarang kan," katanya.

(hrp/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads