Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menepis kabar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) kekurangan batu bara. Kabar ini mencuat seiring kebijakan pemerintah memangkas produksi batu bara.
Bahlil mengatakan pemangkasan produksi batu bara dalam Rencana Anggaran Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 sudah menyesuaikan kebutuhan dari PLTU milik PLN, sehingga pasokan listrik ke depannya aman.
Apalagi, kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) mewajibkan sekitar 30% dari total produksi batu bara untuk kebutuhan dalam negeri, termasuk pembangkit listrik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk kebutuhan PLN, saya memastikan bahwa sampai dengan bulan Maret, April, no issue. Karena kita mengikuti terus perkembangan kebutuhan batu bara terhadap PLN," ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Bahlil bilang saat ini pemangkasan produksi batu bara dalam negeri sehingga harga di pasar global tidak mengalami penurunan dari waktu ke waktu.
Asal tahu saja, kuota produksi batu bara tahun ini dipangkas jadi sekitar lebih dari 600 juta ton.
"Tujuannya apa? Agar jaminan pasokan dalam negeri bisa kita pastikan tersedia, tapi juga harga juga bagus supaya pengusaha juga bisa dapat harga yang baik. Tapi juga mampu kita mengelola sumber daya alam kita dengan berkesinambungan yang baik," terang.
(hrp/hns)










































