Pasokan Migas Deretan Negara Ini Terancam Mandek Imbas Perang Timur Tengah

Pasokan Migas Deretan Negara Ini Terancam Mandek Imbas Perang Timur Tengah

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 04 Mar 2026 07:55 WIB
FILE PHOTO: An aerial view of the Iranian shores and the island of Qeshm in the strait of Hormuz, December 10, 2023. REUTERS/Stringer/File Photo
Ilustrasi/Selat Hormuz/Foto: REUTERS/Nicolas Economou
Jakarta -

Kawasan Timur Tengah menjadi sumber pasokan minyak dan gas (migas) beberapa negara besar di dunia. Dengan pecahnya perang Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran, pasokan migas terancam.

Suplai migas makin rentan jika konflik makin meluas setelah serangan Israel dan AS terhadap Iran menyebabkan gangguan pasokan yang berkepanjangan. Sejumlah negara diperkirakan terdampak pasokan migasnya imbas memanasnya konflik di Timur Tengah.

India

Dikutip dari Reuters, Selasa (3/3/2026) kemarin, porsi minyak Timur Tengah dalam impor India naik ke level tertinggi sejak akhir 2022 menjadi 55% pada Januari atau sekitar 2,74 juta barel per hari karena negara tersebut mengurangi impor minyak Rusia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri Perminyakan Hardeep Singh Puri memaparkan India memiliki kapasitas untuk persediaan minyak mentah dan bahan bakar olahan, termasuk yang dimiliki oleh perusahaan dan dalam cadangan minyak strategis, untuk memenuhi permintaan selama sekitar 74 hari.

Sumber-sumber anonim dari sektor penyulingan minyak mengatakan persediaan India saat ini hanya dapat bertahan selama sekitar 20-25 hari. India juga menjadi importir LNG terbesar keempat, membeli sekitar dua pertiga pasokannya dari Qatar, UEA, dan Oman.

ADVERTISEMENT

China

China merupakan importir minyak mentah terbesar di dunia sekaligus menjadi pembeli minyak Iran terbesar. Kira-kira setengah dari impor minyak China berasal dari Timur Tengah. China juga merupakan importir gas alam cair terbesar di dunia, sekitar sepertiganya berasal dari Timur Tengah.

China membeli rata-rata 1,38 juta barel minyak dari Iran per hari tahun lalu atau sekitar 13% dari semua total impornya. Sebanyak 42 juta barel minyak mentah Iran lainnya disimpan di kapal tanker di Asia pada akhir Januari 2026.

China juga telah menghabiskan bertahun-tahun untuk meningkatkan cadangan strategisnya, membangun lokasi penyimpanan baru, dan membeli minyak mentah dari pasar global yang surplus. China sangat menjaga ukuran cadangan tersebut. Analis memperkirakan China memiliki pasokan cadangan sekitar 900 juta barel, atau kurang dari tiga bulan impor.

Jepang

Jepang mengimpor 95% minyak dari Timur Tengah, sekitar 70% di antaranya melewati Selat Hormuz. Negara itu mengimpor 2,8 juta barel minyak per hari pada bulan Januari. Sekitar 1,6 juta barel per hari berasal dari Arab Saudi, sisanya didapatkan dari Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar. Kini, Jepang memiliki cadangan minyak darurat yang setara dengan konsumsi selama 254 hari.

Jepang juga merupakan importir gas alam cair terbesar kedua, memperoleh 40% pasokannya dari Australia, atau 25,8 juta metrik ton tahun lalu. Pasokan LNG Jepang dari Timur Tengah didapatkan dari Qatar, Oman, dan UEA dengan jumlah sekitar 11% dari impornya.

Perusahaan-perusahaan Jepang memiliki persediaan LNG yang setara dengan sekitar tiga minggu konsumsi. Jepang juga memperdagangkan sekitar 40 juta ton LNG setiap tahunnya dan dapat mengalihkan sebagian dari itu kembali ke dalam negeri jika terjadi keadaan darurat.

Korea Selatan

Korea Selatan, yang hampir sepenuhnya bergantung pada impor untuk energinya, membeli sekitar 70% minyak dan 20% LNG dari Timur Tengah. Kementerian Perindustrian Korea Selatan mengatakan pada bulan Desember bahwa total cadangan minyak strategis pemerintah negara itu telah mencapai 100 juta barel.

Sektor swasta memiliki cadangan tambahan 95 juta barel. Seorang pejabat pemerintah Korea Selatan mengatakan cadangan gabungan negara itu cukup untuk menutupi sekitar 208 hari konsumsi.

Pada hari Minggu, otoritas Korea Selatan menyatakan mereka berupaya untuk mengamankan volume tambahan dari luar Timur Tengah jika gangguan pasokan terus berlanjut.

Eropa

Bagian pasokan Timur Tengah dalam campuran impor minyak mentah Eropa sekitar 5%. Namun, Eropa lebih bergantung pada Timur Tengah untuk bahan bakar, tepatnya produk distilat menengah, termasuk diesel dan bahan bakar jet.

Amerika Serikat

Amerika Serikat telah menurunkan ketergantungannya pada minyak dari Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir. Tahun lalu, AS membeli kurang dari 0,9 juta barel per hari dari negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi, Irak, dan Kuwait,

AS melarang pembelian minyak dari Iran setelah krisis sandera tahun 1979. AS, eksportir LNG terbesar di dunia, hampir tidak mengimpor gas alam cair dari Timur Tengah. Tahun lalu, AS mengimpor lebih banyak LNG dari Trinidad dan Tobago daripada dari Qatar, satu-satunya negara di Timur Tengah yang mengirimkan LNG kepada AS.

(hal/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads