×
Ad

Kabar Terkini Dua Kapal Pertamina yang Terjebak di Selat Hormuz

Heri Purnomo - detikFinance
Senin, 09 Mar 2026 19:35 WIB
Ilustrasi: Selat Hormuz yang masih ditutup Iran.Foto: BBC World
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) menyampaikan kabar terkini dari dua kapal tanker milik anak usahanya, PT Pertamina International Shipping, yang terjebak di selat Hormuz.

Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita mengatakan hingga kini pihaknya terus memantau perkembangan situasi dan melakukan koordinasi dengan pemerintah terkait dua kapal yang masih tertahan di selat Hormuz.

"Kami jalin komunikasi juga koordinasi tentunya saling update dan sampai saat ini kami terus memonitor perkembangan. Jadi masih dalam pengawasan terus," ujar Arya di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Arya pun berharap kedua tanker beserta kru dapat segera kembali dengan selamat. Pertamina terus mengupayakan yang terbaik agar kapal berserta para kru bisa kembali selama ke Indonesia.

'Tentunya ini harapan keselamatan dari aset dan juga pekerja kita yang di sana terus kami monitor dan kami upayakan yang terbaik untuk mereka," terang Arya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara terkait dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping yang terjebak di selat Hormuz.

Bahlil mengatakan saat ini pemerintah menempuh jalur diplomasi agar kedua kapal tersebut bisa keluar dari selat Hormuz.

"Kita lagi upaya diplomasi agar ada cara yang lebih baik untuk mereka bisa dikeluarkan," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Bahlil menambahkan, kemungkinan terburuk jika kapal tersebut tak bisa keluar dan bisa mengganggu pasokan minyak Indonesia. Bahlil mengatakan pemerintah sudah menyiapkan alternatif lainnya dengan mencari pasokan dari luar selat Hormuz.

"Andaikan pun itu tidak dikeluarkan, kita sudah cari alternatif untuk mencari sumber crude dari yang lain dan sudah dapat. Sudah dapat. Kita sudah dapat. Jadi saya pikir itu tidak menjadi sesuatu yang itu problem tapi bukan sesuatu itu masalah yang sangat penting," terang Bahlil.




(hrp/hns)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork