76 Juta Orang Diprediksi Mudik Pakai Kendaraan Pribadi, Stok BBM Aman?

76 Juta Orang Diprediksi Mudik Pakai Kendaraan Pribadi, Stok BBM Aman?

Ilyas Fadilah - detikFinance
Kamis, 12 Mar 2026 13:36 WIB
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung
Foto: Ilyas Fadilah
Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi membuka Posko Nasional Satgas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI) 2026. Posko tersebut dibuka dalam rangka koordinasi pengawasan, penyediaan dan pendistribusian BBM, gas dan listrik.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung mengatakan, jumlah pemudik tahun ini diperkirakan mencapai 143 juta orang. Dari jumlah tersebut 76 juta di antaranya berangkat menggunakan kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat.

"Diperkiraan masyarakat yang mudik pada tahun ini lebih kurang sekitar 143 juta pemudik, di mana 50% akan menggunakan kendaraan pribadi, itu apakah kendaraan roda 4 atau roda 2," katanya dalam konferensi pers di kantor BPH Migas, Jakarta Selatan, Selasa (12/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Ketua Posko Nasional Sektor ESDM periode RAFI 2026 Erika Retnowati memastikan stok bahan BBM saat ini berada dalam kondisi aman. Ketahanan stok BBM berada pada kisaran 17 hingga 23 hari.

ADVERTISEMENT

"Secara umum kondisi ketahanan stok BBM aman baik gasoline, gasoil, kerosin maupun avtur, proyeksi dinamika kebutuhan BBM selama periode posko ini, diperkirakan gasoline akan naik sekitar 12% dari kondisi normal, sedangkan gasoil akan turun sekitar 14,5% dari kondisi normal," ujar Erika.

Adapun konsumsi avtur diproyeksikan meningkat 2,8%, sedangkan kerosene diperkirakan naik 4,2%. Untuk memastikan distribusi energi tetap lancar selama periode siaga, BPH Migas dan Pertamina menyiagakan 125 terminal BBM, 7.885 SPBU, dan 72 depot pengisian pesawat udara (DPPU).

Namun, Yuliot mengatakan bahwa secara keseluruhan ketahanan stok BBM dalam ekosistem energi nasional saat ini mencapai lebih dari 30 hari.

"Tadi walaupun Ibu Ketua menyampaikan bahwa cadangan kita sekitar 23 sampai 25 hari, secara ekosistem itu lebih dari 30 hari. Tentu ini merupakan bagian upaya kita meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam hal ketersediaan BBM di dalam negeri," sebut Yuliot.

Yuliot menambahkan, cadangan BBM non-subsidi tercatat berada jauh di atas batas minimum ketahanan stok. Cadangan Pertamax (RON 92) saat ini mencapai sekitar 29 hari, mendekati 30 hari. Pertamina Dex memiliki cadangan hingga 45 hari, sementara avtur tercatat memiliki ketahanan stok sekitar 37 hari.

Sementara dari sektor kelistrikan, PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik nasional selama periode siaga Ramadhan dan Idulfitri dalam kondisi aman. Hal ini didukung oleh kecukupan daya pembangkit serta keandalan jaringan transmisi dan distribusi.

Selama periode siaga 17-31 Maret 2026, sistem kelistrikan nasional diproyeksikan memiliki beban puncak 47.198 MW dengan daya mampu pasok sebesar 51.608 MW, sehingga terdapat cadangan daya sekitar 4.410 MW atau 9,3%.

Khusus pada Hari-H Idulfitri 1447 H (21 Maret 2026), beban puncak diperkirakan turun menjadi 35.017 MW dengan daya mampu pasok 51.967 MW, sehingga tersedia cadangan daya mencapai 16.950 MW atau 48,4%.

Kemudian, pasokan LPG juga dipastikan aman. Pertamina menyiagakan 40 terminal LPG, 757 SPBE dan 6.662 agen LPG. Prognosa ketahanan LPG dalam kondisi aman dan dipertahankan stabil selama periode Ramadan dan Idulfitri.

"Proyeksi penyaluran LPG selama periode posko diprediksi mengalami kenaikan sekitar 4% jika dibandingkan dengan penyaluran normal," tutup Erika.

Tonton juga video "Tanyadetikfinance Apa Dampak Ngeri Jika APBN Tak Kuat Lagi Tahan Harga BBM?"

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads