Harga bahan bakar jenis solar di Vietnam naik hingga dua kali lipat sejak pecahnya perang di kawasan Timur Tengah. Hal ini berdasarkan data yang dirilis Kementerian Perdagangan (Kemendag) Vietnam pada Rabu (25/3/2026).
Dikutip dari Channel News Asia, harga solar melonjak hingga 105% sejak 26 Februari 2026, tepat dua hari sebelum Amerika Serikat (AS) dan Israel meluncurkan serangan ke Iran. Harganya naik menjadi 39.660 dong per liter atau sekitar Rp 25.382 (asumsi kurs Rp 0,64) dibanding bulan lalu yang hanya 19.270 dong atau sekitar Rp 12.332.
Tak hanya solar, harga bensin jenis RON 95 juga melonjak hampir 68% dari 20.150 dong menjadi 33.840 dong per liter pada periode yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lonjakan harga minyak mentah sejak awal konflik Iran melawan AS telah menyebabkan biaya bahan bakar melambung tinggi. Konflik tersebut juga memicu kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan stok BBM di seluruh dunia.
Menghadapi situasi ini, Vietnam telah meminta bantuan pasokan bahan bakar dari beberapa negara, termasuk Qatar, Kuwait, Aljazair, dan Jepang.
Sebagai langkah meringankan beban masyarakat, Kementerian Keuangan Vietnam telah mengusulkan pemotongan pajak perlindungan lingkungan untuk bensin dan solar sebesar 50%. Selain itu, pada Senin lalu, Vietnam juga menandatangani kesepakatan dengan Rusia terkait produksi minyak dan gas.











































