Perintah Prabowo ke Bahlil Cari Sumber Pendapatan Baru dari Mineral

Perintah Prabowo ke Bahlil Cari Sumber Pendapatan Baru dari Mineral

Andi Hidayat - detikFinance
Minggu, 29 Mar 2026 06:25 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.Foto: Herdi Alif Al Hikam/detikcom
Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendapat perintah Presiden Prabowo Subianto untuk mencari sumber pendapatan baru dari sektor mineral.

Perintah ini disampaikan Prabowo kepada Bahlil dalam pertemuan di kediaman pribadi, di Hambalang, Bogor, Rabu (25/3/2026)

"Bapak Presiden memerintahkan kepada saya untuk bagaimana memperhatikan kepentingan negara, prioritas di atas segala-galanya dan kita menjaga sumber daya alam kita, sumber daya alam kita ini merupakan aset negara dan karena itu bahkan Bapak Presiden tadi juga memerintahkan untuk mencari sumber-sumber pendapatan di sektor mineral yang selama ini belum adil bagi negara," jelas Bahlil, dikutip dari situs Kementerian ESDM, Sabtu (28/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pertemuan tersebut, Bahlil juga melaporkan kondisi terkini harga komoditas energi dan mineral, khususnya batu bara dan nikel.

Bahlil menegaskan hingga saat ini belum ada perubahan kebijakan terkait pengelolaan kedua komoditas tersebut, bersamaan dengan pemerintah terus memantau dinamika pasar global.

ADVERTISEMENT

Kendati begitu, pemerintah tetap membuka ruang relaksasi produksi batubara dan nikel, namun dengan pendekatan yang terukur. Bahlil menekankan bahwa kebijakan tersebut tidak boleh memicu kelebihan pasokan yang justru menekan harga komoditas nasional di pasar global.

Pemerintah memberi sinyal penyesuaian Harga Patokan Mineral (HPM) nikel. Menurut Bahlil, kebijakan itu dipertimbangkan agar negara memperoleh nilai yang lebih adil dari pemanfaatan mineral strategis tersebut.

"Kemungkinan besar HPM untuk nikel, saya akan naikkan," ujar Bahlil.

Bahlil menambahkan 2026 akan menjadi tahun penting bagi pembuktian kedaulatan mineral Indonesia. Pemerintah, menurut Bahlil, ingin memastikan sumber daya alam tidak lagi dijual murah hanya demi volume produksi, melainkan memberi nilai tambah yang maksimal bagi bangsa.

"Kita pengin yang ideal adalah harganya bagus, produksinya bagus, banyak. Tapi kalau tidak, jangan barang kita dijual murah," tegasnya.

(ahi/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads