Terkuak Alasan Rusia Mau Setop Ekspor Bensin Mulai 1 April

Terkuak Alasan Rusia Mau Setop Ekspor Bensin Mulai 1 April

Retno Ayuningrum - detikFinance
Senin, 30 Mar 2026 07:27 WIB
Apa Itu BBM RON 90 dan RON 92? Ini Perbedaan serta Efeknya bagi Kendaraan
Foto: prostooleh/Freepik
Jakarta -

Rusia akan memberlakukan larangan ekspor gasoline atau bensin mulai 1 April mendatang. Larangan ekspor ini demi menjaga stabilitas pasokan dalam negeri di tengah perang Timur Tengah.

Melansir Reuters, Wakil Perdana Menteri Rusia, Alexander Novak pun meminta menginstruksikan Kementerian Energi untuk menyusun rancangan aturan larangan ekspor bensin. Rencananya, kebijakan ini akan berlaku cukup lama, yakni hingga 31 Juli 2026.

Novak menyampaikan langkah ini terpaksa diambil menyusul gejolak harga yang terjadi di pasar minyak mentah dunia. Konflik yang terus membara di Timur Tengah dinilai menjadi penyebab fluktuasi harga minyak yang signifikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rusia tercatat sudah berulang kali melakukan pembatasan ekspor bensin hingga solar. Upaya ini rutin dilakukan pemerintah setempat untuk meredam lonjakan harga bahan bakar dan mengatasi kelangkaan di pasar domestik.

ADVERTISEMENT

Meski ekspor disetop, Novak menyebut permintaan pasar luar negeri terhadap energi Rusia sebenarnya masih sangat tinggi. Namun, stabilitas di dalam negeri kini menjadi prioritas utama bagi negeri tersebut.

Tahun lalu, beberapa wilayah di Rusia dan bagian Ukraina yang dikuasai Rusia sempat melaporkan kelangkaan bensin. Hal ini terjadi setelah Ukraina meningkatkan serangan terhadap kilang-kilang minyak Rusia, bertepatan dengan lonjakan permintaan bahan bakar.

Dalam pernyataan resmi pemerintah Rusia, volume pengolahan minyak mentah saat ini tetap berada pada level yang sama dengan tahun lalu. Hal ini untuk memastikan pasokan produk minyak tetap stabil di dalam negeri.

Berdasarkan data industri, sepanjang tahun lalu saja, Rusia tercatat mengekspor hampir 5 juta metrik ton bensin ke pasar internasional. Jika dirinci, angka ekspor tersebut setara dengan pengiriman sekitar 117.000 barel bensin per harinya.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads