PHE ONWJ Siap Dapat Tambahan Produksi Minyak Lewat Proyek Ini

PHE ONWJ Siap Dapat Tambahan Produksi Minyak Lewat Proyek Ini

Retno Ayuningrum - detikFinance
Senin, 30 Mar 2026 08:00 WIB
Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) laporkan keberhasilan operasi pengeboran sumur LLE-5ST di Lapangan Lima di area lepas pantai Kabupaten Karawang. Dalam uji produksi pertama mampu mampu menghasilkan hingga 2.635 barel per hari
Ilustrasi/Foto: Dok. PHE ONWJ
Jakarta -

PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) telah menuntaskan fase krusial total shutdown dan tie-in (penyambungan) proyek Pengembangan Lapangan OO-OX. Proyek ini dapat menambah produksi minyak sekitar 3.000 barel minyak per hari (BOPD) dan dan gas bumi sebesar 21-22 juta standar kaki kubik (MMSCFD).

Project Lead OO-OX Asep Gunawan, menyampaikan bahwa fase ini merupakan tahapan paling kompleks dalam proyek. Proses tie-in (penyambungan) jaringan pipa dari Sumur OOA ke OPF Balongan dilaksanakan pada 7-12 Februari 2026 lalu melalui total shutdown terencana selama 120 jam.

Pekerjaan meliputi peningkatan sistem, penyambungan pipa, serta instalasi elektrikal dan instrumen secara simultan di tengah tantangan cuaca musim monsun. Ketepatan waktu penyelesaian fase ini penting untuk menjaga pasokan gas ke Kilang Balongan dan memastikan keberlanjutan produksi bahan bakar minyak (BBM) nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada periode golden moment, saat aliran hidrokarbon dihentikan sementara, kami melakukan pengelasan di tujuh titik secara simultan dengan tetap mengedepankan keselamatan. Integrasi aset eksisting dan sistem baru menjadi kunci agar operasional ke depan lebih efisien dan andal," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (30/3/2026).

ADVERTISEMENT

Asep menilai keberhasilan ini juga ditopang oleh kolaborasi lintas fungsi yang solid, disiplin eksekusi proyek, serta penerapan prinsip 4P (People, Plant, Process, dan Product) dalam setiap tahapan pekerjaan. Seluruh aktivitas dilakukan dengan implementasi standar dan pengawasan ketat sebelum memasuki fase berikutnya.

Menurutnya, komitmen terhadap keselamatan kerja tercermin dari capaian lebih dari 3 juta jam kerja selamat selama pelaksanaan proyek, yang menjadi bukti konsistensi tim dalam menjaga standar HSSE di tengah pekerjaan berisiko tinggi dan operasional simultan yang kompleks.

Sementara itu, General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama, menambahkan keberhasilan ini memastikan proyek tetap on-stream sesuai target dengan moto yang selalu diimplementasikan di Zona 5, Safer, Faster, Better. Proyek OO-OX selanjutnya memasuki tahap commissioning atau uji coba sistem secara menyeluruh dan ditargetkan mulai berproduksi pada kuartal-I 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

"Prinsip kami jelas. Keselamatan adalah fondasi utama sebelum bergerak lebih cepat dan memberikan hasil terbaik bagi ketahanan energi Indonesia," tuturnya.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads