Konsumsi BBM Periode Angkutan Lebaran Melonjak, Bensin Naik 15%

Konsumsi BBM Periode Angkutan Lebaran Melonjak, Bensin Naik 15%

Heri Purnomo - detikFinance
Selasa, 31 Mar 2026 18:36 WIB
Lonjakan arus mudik Lebaran membuat SPBU Mundusari, Subang, Jawa Barat, dipadati pemudik, Kamis (19/3/2026). Antrean kendaraan, terutama sepeda motor, tampak mengular di area pengisian bahan bakar.
Ilustrasi.Foto: Muhammad Firman Maulana/detikfoto
Jakarta -

Anggota Komite BPH Migas sekaligus Ketua Satgas Posko Nasional Sektor ESDM Erika Retnowati melaporkan kenikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) selama periode Posko Nasional Sektor ESDM 2026 yang berlangsung selama 12 Maret hingga 31 Maret 2026.

Erika mengatakan konsumsi harian BBM jenis bensin (Gasoline) tercatat meningkat sebesar 15% dibandingkan kondisi normal. Konsumsi ini melebihi dari proyeksi pemerintah yang hanya 12%. Sementara untuk solar (Gasoil) turun sebesar 18%, dan avtur naik 7,2%.

"Jadi memang diproyeksikan waktu itu kan diperkirakan kenaikan sekitar 12% ya tetapi ternyata realisasinya mencapai hampir 15%," ujar Erika saat konferensi pers penutupan Posko Nasional Sektor ESDM 2026 di Kantor BPH Migas, Jakarta, Selasa (31/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika ditanya apakah kenaikan konsumsi tersebut terjadi karena adanya fenomena panic buying, Erika mengakui bahwa memang sempat ada fenomena panic buying. Namun, fenomena tersebut tidak terjadi di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut Erika kenaikan ini dipicu pergerakan masyarakat yang berpergian dan jangka waktu libur yang lebih panjang.

ADVERTISEMENT

"Memang ada tapi nggak banyak ya, panic buying itu hanya beberapa daerah saja, tetapi memang orang yang mudik kali ini luar biasa. Kemudian juga jangka waktu liburnya kan panjang ya jadi orang selain mudik juga banyak yang berwisata seperti itu nah itu juga tentunya menambah konsumsi apa BBM seperti itu," jelasnya.

Erika menjelaskan pada penyaluran BBM produk bensin secara nasional tertinggi terjadi pada tanggal 19 Maret 2026 dengan kenaikan mencapai 37% dari penyaluran normal. Sedangkan untuk arus balik terjadi pada tanggal 25 Maret 2026 dengan kenaikan 20% dari penyaluran normal.

Avtur yang mendukung aktivitas transportasi udara, peningkatan tertinggi saat arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026 dengan kenaikan mencapai 18% dari penyaluran normal.

"BPH Migas telah melaksanakan pemantauan volume stok dan realisasi penyaluran BBM harian serta melakukan pengawasan lapangan untuk memantau kondisi penyediaan dan pendistribusian BBM yang tersebar di 67 kabupaten, kota dan 21 provinsi. Dan hasil pengawasan yaitu bahwa penyaluran BBM aman dan lancar," jelas Erika.

Untuk sektor LPG, Erika mengatakan ketahanan stok LPG Nasional berkisar antara 10 s.d. 13 hari, di mana coverage days rata-rata selama periode posko adalah 11,6 hari. Penyaluran rata-rata LPG pada periode posko ini adalah 34.206 MT atau mengalami kenaikan sebesar 6,5% dari rerata normal.

Puncak kenaikan penyaluran terjadi pada tanggal 16 Maret 2026 yaitu sebesar 33.428 MT atau lebih besar 4,01% dari rerata normal sebesar 32.111 MT.

Erika mengakui bahwa pada periode tersebut ada isu kelangkaan di beberapa wilayah Garut, Banyuwangi, Trenggalek, Bojonegoro dan Minahasa, namun hal dapat segera tertangani dengan baik.

"Terdapat isu kelangkaan di beberapa wilayah namun dapat segera tertangani dengan baik," katanya.

(hrp/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads