Tetangga Dekat Indonesia Naikkan Suhu AC Kantor demi Hemat Energi

Tetangga Dekat Indonesia Naikkan Suhu AC Kantor demi Hemat Energi

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 03 Apr 2026 07:25 WIB
Workers put up a Malaysian flag ahead of the 27th Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) Summit at the Kuala Lumpur convention center on November 18, 2015.  Malaysia will host the 27th ASEAN summit from November 18-22.    AFP PHOTO / MANAN VA
Ilustrasi.Foto: AFP/MANAN VATSYAYANA
Jakarta -

Pemerintah Malaysia menerapkan penghematan besar-besaran untuk menekan konsumsi energi di tengah seretnya pasokan imbas perang di Timur Tengah.

Terbaru, tetangga dekat Indonesia ini memutuskan mengatur penggunaan pendingin ruangan (Air Conditioner/AC) di kantor-kantor pemerintah.

Ketua Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC) Azam Baki mengatakan keputusan untuk menurunkan penggunaan AC ini dikeluarkan oleh kabinet pemerintahan Negeri Jiran. Langkah tersebut akan berlaku di semua kantor pemerintah, termasuk MACC.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sesuai instruksi Kabinet, suhu pendingin ruangan akan dinaikkan, dan kita mungkin diperbolehkan mengenakan pakaian yang lebih kasual ke kantor seiring dengan kenaikan suhu," kata Azam seperti dikutip dari Straits Times, Kamis (2/4/2026).

"Kita mungkin bisa mengenakan kemeja lengan pendek dan sebagainya," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Azam menjelaskan langkah penghematan ini menjadi penting seiring meningkatnya harga batu bara dan gas alam yang banyak digunakan untuk pembangkit listrik negara. Sementara kedua komoditas energi itu sebagian besar didapatkan Malaysia dari impor.

Sebelumnya, pada Rabu (1/4) kemarin Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim secara resmi mengumumkan kementerian federal, lembaga pemerintah, badan hukum, dan entitas terkait pemerintah akan menerapkan kebijakan bekerja dari rumah alias WFH mulai 15 April mendatang.

Langkah ini juga dimaksudkan untuk mengurangi konsumsi BBM masyarakat, memastikan pasokan energi yang cukup secara berkelanjutan, dan mengurangi beban pengeluaran pemerintah.

"Kabinet telah menyetujui kebijakan bekerja dari rumah. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan memastikan pasokan energi yang stabil," kata Anwar dalam sebuah pengarahan khusus.

Untuk diketahui, selama ini Malaysia memberikan subsidi bahan bakar yang cukup besar, di mana setiap warga yang memenuhi syarat hanya membayar RM 1,99 per liter bensin. Sementara barga bahan bakar nonsubsidi akan tetap mengikuti harga pasar global.

Namun, seiring dengan melonjaknya harga minyak mentah global imbas konflik dan penutupan Selat Hormuz, Anwar pada akhirnya harus memangkas kuota BBM bersubsidi dari 300 liter menjadi 200 liter per bulan.

(igo/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads